| Selasa, 22 Nopember 2005 | OLAHRAGA |
Arema Disambut MeriahMALANG- Para pemain Arema Malang yang sukses merebut Piala Indonesia 2005, semalam benar-benar disambut meriah bak pahlawan. Memasuki kota Lawang yang merupakan perbatasan Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang, sebuah jip terbuka sudah menungggu mereka. Sebagian pemain langsung berdiri di jip tersebut dengan membawa trofi yang mereka rebut. Para pemain berdiri lama hingga ke Mess Sengkaling yang menjadi markas pemain. Padahal, jalannya konvoi sangat lambat sementara jarak yang harus ditempuh jauh. Iring-iringan bergulir hingga larut malam. Masuk wilayah Kota Malang saja sudah pukul 22.00, itu pun masih harus keliling kota. Menariknya, masyarakat Malang dengan setia menunggu sekali pun jarum jam perlahan-lahan mengarah ke angka 12. Peserta konvoi terdiri atas ratusan sepeda motor, tidak sebatas orang dewasa, tapi anak kecil pun ikut sejak perbatasan Pasuruan-Malang. Kedatangan rombongan memang agak meleset. Semula, mereka dijadwalkan sampai di Malang siang hari. Tapi karena pesawat baru berangkat dari Jakarta siang, rombongan tiba di kota itu sudah menjelang petang. Padahal Aremania sudah menunggu sejak pagi, malahan di Karanglo dekat lokasi Pabrik Rokok Bentoel sudah ada yang siap-siap sejak Minggu, karena informasinya Arema pulang Minggu siang. Arema menjadi juara setelah tampil habis-habisan, menaklukkan favorit juara Persija Jakarta 4-3 lewat perpanjangan waktu di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (19/11) lalu. Menurut Humas Arema, M Taufan, sebenarnya rombongan berencana menggunakan pesawat Sriwijaya Air yang langsung mendarat di Lanud Abdulrachman Saleh Malang, tapi tidak memperoleh tiket. Akhirnya memilih rute Jakarta menuju Bandara Juanda Surabaya, dilanjutkan dengan naik bus yang sudah disiapkan PT Bentoel menuju Malang. Yang patut dipuji, sambutan masyarakat Jawa Tengah terhadap Aremania yang pulang naik bus. Di beberapa kota, mereka mendapat suplai makanan dan minuman. "Kami atas nama Aremania berterima kasih kepada masyarakat Jateng. Mereka lebih menghargai kami dibanding suporter Kediri. Bayangkan saja, teman-teman yang naik Matarmaja dilempari batu di Kediri. Padahal Arema tampil di final juga membawa nama Jatim" ujar Budiman, salah satu pengurus Korwil Aremania. (jo-40) |