logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Nopember 2005 OLAHRAGA
Line

"Tanpa Disiplin, Tak Akan Berprestasi"

SOLO- Djanu Ismanto, Sekretaris Umum Pengda PSSI Jawa Tengah mengingatkan semua hasil penataran pelatih yang dijalani selama satu minggu, tidak akan berguna jika dalam menjalankan tugas sebagai pelatih tanpa disiplin. Disiplin merupakan syarat utama.

"Karena berdisiplin, 30 peserta seluruhnya lulus. Tetapi jika anda nanti saat melatih tidak disiplin, dipastikan yang diasuh (pemain) juga tidak disiplin, akhirnya berdampak pada prestasi," katanya.

Nasihat tersebut disampaikan kepada 30 peserta penataran dalam acara penutupan kursus pelatih lisensi D yang berlangsung di Mess Tetuko, Lanud Adisumarmo Surakarta, 14-20 November.

Pada kesempatan tersebut, Djanu menyampaikan terima kasihnya kepada pihak swasta, terutama ABC Entertainment yang dipimpin oleh Hardjoko karena menyelenggarakan penataran. "Kiprahnya sangat membantu program pengda dalam hal kepelatihan. Kita harapkan momen seperti ini terus berlanjut dan ditingkatkan, agar pelatih di Indonesia berlisensi."

Diingatkan kepada para pelatih, disiplin tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam segi manejemen persepakbolaan.

Contohnya, Sutan Harhara yang saat ini meelatih PSIS rela keluar dari PSMS Medan karena diminta untuk mengatur skor agar anak-anak main kalah. Juga Bonggo Pribadi, asisten pelatih PSIS yang tahu diri. Karena belum memiliki lisensi B, Bonggo menolak menjadi pelatih kepala.

"Kalau di tangan hanya memegang lisensi D, ya jangan melatih Divisi II atau I karena lisensi D hanya untuk melatih LPSB, yunior dan divisi II," katanya.

Sartono Anwar sebagai instruktur mengaku, penataran kepelatihan di Solo termasuk paling baik dan paling disiplin.

"Saat penataran di Cilacap, saya merasa itu sudah paling tertib dan disiplin. Ternyata di Solo lebih tertib. Memang, tanpa disiplin segala-galanya bisa gagal," jelasnya.

Hardjoko, Direktur ABC Entertainment, menjelaskan bahwa pada mulanya tercatat 48 peserta. Karena kuota hanya 30 orang, maka sisanya akan diikutkan gelombang ke-2 yang rencananya digelar 11-18 Desember. Saat ini sudah tercatat 27 peserta.

Menurutnya, dia telah mendapat lampu hijau dari Iswadi Idris untuk menyelenggarakan penataran/kursus pelatih lisensi C.

"Karena untuk penyelenggaraan lisensi C harus izin AFC (Konfederasi Sepakbola Asia), program kita rencanakan Februari tahun depan," katanya. (P44-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA