| Selasa, 22 Nopember 2005 | OLAHRAGA |
Pemprov Bantu Rp 300 JutaSEMARANG- PSIS bakal mendapat guyuran dana dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Dalam RAPBD 2006, tim Kota Lunpia itu dianggarkan mendapat dana Rp 300 juta. Sebelum ditetapkan, anggaran tersebut akan dibahas terlebih dulu oleh Komisi E DPRD Jateng, Selasa (22/11) ini. "Jika disetujui, dana tersebut diharapkan bisa mendorong PSIS agar berprestasi lebih baik lagi pada kompetisi musim depan," ungkap anggota Komisi E yang juga Wakil Ketua FKB DPRD Jateng, H Ali Mansyur HD. Jika dibanding dengan anggaran dana Laskar Mahesa Jenar dari RAPBD Kota Semarang 2006 sebesar Rp 10 miliar, menurut Ali, bantuan Rp 300 juta tersebut memang tidak ada artinya. Jumlahnya relatif kecil untuk memenuhi kebutuhan dana tim asuhan Sutan Harhara selama satu musim kompetisi. Namun, hal itu merupakan salah satu upaya pemprov untuk meningkatkan prestasi dan memajukan sepak bola di Jateng. "Dana tersebut jangan dianggap sebagai rejeki nomplok. Sebaliknya, karena bantuan berasal dari uang rakyat, pemain juga harus mempertanggungjawabkannya kepada rakyat. Caranya dengan bermain fight dan sungguh-sungguh untuk meraih prestasi lebih baik dari musim lalu. Kalau bisa, juara Liga Indonesia 2006." Hanya, Ali Mansyur menyayangkan pemprov terlihat sedikit diskriminatif. Pasalnya, sesama tim Jateng yang berlaga di Divisi Utama, Persijap Jepara tidak mendapat bantuan serupa. Karenanya, dia bersama anggota Komisi E lainnya akan mengusulkan kepada pemprov agar tim berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut juga dikucuri dana bantuan. Besarnya, bisa sama dengan PSIS atau minimal setengahnya. "Kami akan carikan anggaran untuk Persijap dari pos lain. Tentu saja agar pemberian dana sifatnya tidak diskriminatif," paparnya. Dari pandangan Ketua DPC PKB Pati itu, selama ini dana untuk PSIS dari APBD Kota Semarang sudah cukup besar. Musim kompetisi Liga Indonesia XI saja, tim berjuluk Mahesa Jenar itu memperoleh gelontoran sebesar Rp 8,750 miliar yang turun dalam dua tahap. Tahap satu lewat APBD murni sebesar Rp 3,250 miliar. Sedangkan tahap dua melalui APBD Perubahan sebesar Rp 5,5 miliar. Kondisi itu berbeda dengan dana yang diperoleh Persijap dari APBD Kabupaten Jepara. Meski tidak menyebut angkanya, Ali memastikan jumlahnya lebih kecil dari dana yang diperoleh PSIS dari APBD. "Dana Persijap lebih kecil dari PSIS. Karena itu perlu dibantu agar prestasinya bisa seperti PSIS," tandasnya. (H13-40) |