| Selasa, 22 Nopember 2005 | NASIONAL |
Aneka WartaAli Sadikin DiperiksaJAKARTA- Mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin diperiksa Timtastipikor terkait kasus korupsi Gelora Senayan. Statusnya sebagai saksi. "Pak Ali Sadikin itu sakit. Jadi pemeriksanya saya suruh ke sana. Dia harus cuci darah," kata Ketua Timtastipikor Hendarman Supandji di Kejaksaan Agung, Jalan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Senin (21/11). Hendarman menolak membeberkan lokasi pemeriksaan Ali Sadikin. "Sudahlah tidak usah tanya lagi," kata dia. Seperti diketahui, kasus korupsi Gelora Senayan yang melibatkan Hotel Hilton dan PT Indobuildco telah ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh Timtastipikor pada 27 Oktober. (dtc-46) Bonus bagi Kabupaten Berprestasi JAKARTA- Pemerintah akan memberikan piagam sebagai reward bagi satu daerah, terutama Tingkat II yang mampu mengatasi berbagai penyakit. Demikian dikatakan Menko Kesra Alwi Shihab dalam acara konferensi ''Seruan Aksi Nasional untuk Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat'', di Hotel Shangrilla, Jakarta Pusat, Senin (21/11) kemarin. ''Selain diberi penghargaan dalam bentuk piagam, juga akan diberi dana tertentu dalam rangka reward atau semacam penghargaan,'' kata Alwi Shihab.(aih-49t) Pegawai KPK Digembleng di Akpol SEMARANG - Tiga puluh delapan pegawai baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai kemarin mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol). Selama 9 bulan mereka akan digembleng dengan berbagai macam pelatihan sebelum diterjunkan untuk mengusut kasus-kasus korupsi. Pendidikan tersebut merupakan bagian dari program KPK untuk menambah jumlah pegawai dan memenuhi kebutuhan organisasi. Hingga kini, KPK baru memiliki 157 pegawai. Jumlah itu dirasa sangat tidak seimbang dibandingkan dengan jumlah kasus korupsi yang ditangani KPK. Ke-38 pegawai baru itu, menurut Ketua KPK Taufiqurahman Ruki, merupakan lulusan perguruan tinggi dari berbagai disiplin ilmu yang belum memiliki pengalaman kerja (fresh graduate). Mereka bagian dari 144 pegawai baru KPK yang diangkat tahun ini. (G3-46n) Tiga Orang Tersangka Penembakan PALU- Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) telah menetapkan tiga orang tersangka kasus penembakan dua remaja putri siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Poso. Ketiga tersangka itu adalah Dd (24), Aks (26) dan Is (34) semuanya warga Poso. Namun penangkapannya dilakukan di Kota Palu. Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Rais Adam di Palu Senin mengatakan, ketiga orang itu resmi ditetapkan sebagai tersangka sejak Jumat pekan lalu. "Penetapan itu mengacu pada hasil pemeriksaan sedikitnya 10 saksi, termasuk saksi korban Siti Nuraini dan Ivon," katanya. Sementara itu, seorang berinisial IM (23) juga resmi menjadi tersangka dalam kasus pemenggalan kepala tiga siswa SMU Kriten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Rais Adam membenarkan penetapan IM sebagai tersangka kasus pemenggalan kepala tiga remaja putri yang mengenakan seragam pramuka itu. Kini, pelaku ditahan di Mapolres Poso.(ant-46) |