| Selasa, 22 Nopember 2005 | NASIONAL |
Arroyo Jadi Arrovo di Uang Kertas PesoMANILA - Entah sengaja atau tidak, uang kertas yang beredar ternyata salah cetak. Rakyat Filipina Senin kemarin geger dengan beredarnya uang kertas 100 peso yang salah cetak. Pada uang kertas tersebut, nama Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo ditulis ''Arrovo'' (dengan huruf v), bukan Arroyo. Seorang pejabat bank sentral Filipina mengatakan, lembaran 100 peso itu dicetak di Eropa untuk kebutuhan Natal mendatang. ''Uang kertas yang telah telanjur beredar, tetap dianggap sebagai alat tukar yang sah,'' kata pejabat bank sentral itu. ''Kami tidak akan menerbitkan lagi uang kertas yang keliru tersebut. Kami juga sedang menyelidiki penyebab kekeliruan itu.'' Pejabat itu menegaskan bahwa jumlah lembaran peso yang salah cetak itu ''tidak signifikan''. Sebagian orang juga telah mengembalikannya ke bank sentral. Deputi Gubernur Bank Sentral Filipina Amando Suratos mengatakan, pihaknya telah meminta maaf kepada presiden atas insiden itu. Peso merupakan salah satu mata uang yang terbaik di Asia selama tahun ini. Mata uang itu mencapai nilai 54,30 per dolar AS pekan lalu. Itu merupakan nilai tertingginya dalam enam bulan terakhir.(rtr-ben-25) |