| Selasa, 22 Nopember 2005 | MURIA |
Belum Paham Migas di Blok CepuPERSAINGAN menuju puncak prestasi sebagai Duta Wisata Jateng 2005, dipastikan bakal ketat. Sebab, ajang tahunan tingkat provinsi itu diikuti duta wisata terbaik utusan kota dan kabupaten di Jateng. Mereka berlatar pendidikan beragam, mulai SMA hingga perguruan tinggi. Namun hal tersebut tidak membuat Febri Ariyani (17), utusan dari Kabupaten Blora dalam pemilihan duta wisata, kehilangan motivasi berprestasi. "Saya menduga peserta pemilihan duta wisata Jateng tahun ini banyak yang duduk sebagai mahasiswa di perguruan tinggi. Kebanyakan dari mereka tentulah pandai dan cakap," katanya. Sadar dirinya masih duduk di kelas II SMA 1 Cepu, Febri berupaya mempersiapkan diri dengan baik. Salah satunya membekali diri dengan pengetahuan umum. Selain diperoleh dari buku-buku, gadis kelahiran 7 Februari 1988 itu mengaku melahap habis informasi yang disajikan koran. "Setiap hari saya selalu meluangkan waktu membaca berita-berita di koran, biar tidak ketinggalan informasi. Dari membaca, saya mendapat pengetahuan tambahan yang bisa menjadi bekal mengikuti lomba." Putri pertama pasangan Agus Nugrahantono dan Fitri Hariyani tersebut mengatakan, bekal pengetahuan kepariwisataan, etika, dan kemampuan bahasa dirasa belum cukup bagi seorang duta wisata. Menurutnya, informasi terkini yang ramai dibicarakan masyarakat harus dipahami betul setiap duta wisata. Informasi itu bisa didapat dari media massa, mulai televisi, radio, internet hingga media massa cetak. "Seadainya saya ditanya soal informasi yang bersifat umum dan terkini tetapi tidak bisa menjawabnya, tentu sangat malu," tuturnya. Meski setiap hari mengikuti perkembangan berita, dia mengaku masih banyak yang belum diketahuinya. Salah satunya tentang rencana eksplorasi minyak dan gas (migas) di Blok Cepu dan permasalahan yang melingkupinya. Mulai dari operator pelaksana hingga participating interest (PI). Padahal, dia menyadari saat ini berdomisili di Kota Cepu, yang menjadi objek berita terkait eksplorasi. Tak mengherankan, dia berupaya mengumpulkan informasi sebanyak-banyak menyangkut migas di Blok Cepu. "Terus-terang kalau tentang migas di Blok Cepu, saya belum begitu paham. Maka waktu yang tersisa sebelum mengikuti pemilihan duta wisata, akan saya manfaatkan mencari informasi tentang hal tersebut. Itu untuk mengantisipasi jika dewan juri nanti menanyakan soal Blok Cepu," pungkasnya. (Abdul Muiz-50s) |