| Selasa, 22 Nopember 2005 | MURIA |
Jika Saluran Juwana 3 Tak DikerukPati Selatan Rawan GenanganPATI - Jika Pemerintah Kabupaten Pati mempunyai komitmen untuk mengeruk saluran Juwana (JU) 3, menyusul dikeruknya Kali Londo di Kecamatan Undaan Kudus, maka dibutuhkan biaya Rp 3,3 miliar. Dengan catatan, untuk pekerjaan dengan biaya sebesar itu dilaksanakan sendiri (swakelola). Hal itu ditegaskan YMT Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana (Diskimpras) Kabupaten Pati Soetarno ST yang juga Kepala Subdin Pengairan, kemarin. "Namun jika untuk pekerjaan tersebut ditenderkan, pembiayaannya bisa dua kali lipat. Dengan demikian, tinggal bagaimana kebijakan pihak yang berkompeten. Sebab sebagai dinas teknis, kami berharap pengerukan saluran dari JU 3 bisa dilaksanakan," jelasnya. Hanya yang menjadi masalah, lanjut dia, kewenangan untuk melakukan normalisasi/pengerukan semua saluran JU tersebut ada pada Pemprov Jawa Tengah. Karena itu, jika untuk Kali Londo sudah dilakukan pengerukan dengan biaya Rp 2,8 miliar dari pemprov, seharusnya untuk JU 3 juga harus mendapat perhatian. "Sebab, saluran JU 3 yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Kali Londo, alurnya juga cukup panjang. Yakni, mulai dari Prawoto hingga Dukuh Poncomulyo, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo Pati yang panjang seluruhnya mencapai delapan kilometer." Apalagi untuk Kali Londo, alurnya harus dikeruk selebar 25 meter. Maka yang menjadi tumpuan buangan air dari hulu adalah ke saluran JU 3 yang bermuara di JU 1. Jika Pemprov tidak ada perhatian untuk keperluan pengerukan saluran tersebut pada tahun anggaran 2006, Pati Selatan akan menjadi daerah genangan air terbesar. "Sebab sepanjang alur JU 3, dulunya adalah merupakan rawa-rawa," ujarnya. Rp 3,3 Miliar Namun sejak difungsikannya jaringan irigasi Jratunseluna, daerah rawa-rawa itu berubah menjadi areal pertanian yang cukup luas. Akibat pendangkalan saluran pembuang (drainase) JU 3, ancaman genangan pada musim penghujan bisa terjadi setiap saat. Kondisi saluran JU 3 saat ini, lanjut dia, lebar alurnya tinggal sekitar 12 - 15 meter. Dari lebar alur tersebut, endapan lumpur yang menjadi penyebab utama pendangkalan, ketebalannya rata-rata antara dua hingga empat meter. "Bisa dibayangkan, betapa tingginya tingkat sedimentasi di alur saluran itu," tandasnya. Oleh sebab itu, bila Pemkab Pati mempunyai kemampuan untuk membiayai pengerukan saluran tersebut, hal itu tetap sebagai upaya yang dipaksakan. Dengan demikian, jalan keluar dari permasalahan tersebut tergantung bagaimana komitmen keputusan politik yang ada di lembaga legislatif. Maksudnya, kalau alur saluran JU 3 tidak dikeruk untuk mengikuti pengerukan Kali Londo, risiko terburuk, Pati Selatan kembali jadi daerah genangan air. Bila dilakukan pengerukan secara swakelola, menghabiskan biaya tidak kurang dari Rp 3,3 miliar. "Besarnya biaya tersebut, akan lebih bijaksana bila Pemprov Jateng yang mempunyai tanggung jawab terhadap kondisi saluran itu harus bersikap bijaksana. Artinya, bila Pemkab Kudus diberi anggaran untuk mengeruk Kali Londo maka Pemkab Pati juga harus dialokasikan dana untuk mengeruk saluran JU 3." (ad-50d) |