| Selasa, 22 Nopember 2005 | MURIA |
Keuntungan UKM Turun 5-10 %KUDUS - Meski didera kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sejumlah industri kecil dan menengah (UKM) di Kota Kretek, sampai hari ini dianggap masih mampu bertahan. Sektor usaha tersebut diperkirakan hanya mengalami pengurangan keuntungan berkisar 5-10 persen. Pendapat itu dikemukakan Kepala Dinas Perindagkop Kudus Drs Djoko Indratmo MM, kemarin. "Perkiraan itu didasarkan atas sejumlah faktor. Antara lain, masih ramainya sejumlah transaksi di pusat perbelanjaan publik, terutama di pasar tradisional," jelasnya. Meski tak merinci seberapa besar pengaruh kenaikan harga BBM terhadap kehidupan sektor industri kecil dan menengah, Djoko berkeyakinan sektor usaha tersebut memang masih mampu bertahan hingga saat ini. "Apa yang dialami pengusaha kecil saat ini, jauh lebih ringan dibandingkan dengan krisis yang terjadi pada 1998 lalu." Ketika itu, tandasnya, hampir semua sektor usaha di Kudus nyaris "tiarap". Pengaruh terbesar ketika itu, dialami pada sektor industri tekstil yang dapat dikatakan hampir gulung tikar. "Saat itu, masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan pangan," ungkapnya. Lebih jauh dia menegaskan, saat ini di Kudus tercatat ada 13.304 industri kecil dan menengah. Sementara industri besar mencapai 42 buah. Dari jumlah tersebut, nilai investasi yang didapat untuk tahun 2004 pada sektor industri kecil mencapai Rp 392.720.000.000, dan industri besar Rp 19.157.848.000.000. Jumlah tenaga kerja yang mampu diserap industri kecil dan menengah mencapai 49.778 orang, sedangkan industri besar 102.836 orang. (H8-50d) |