logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Nopember 2005 MURIA
Line

Kali Juwana Meluap

Jembatan Darurat Ngantru Tergenang

PATI - Senin (21/11) pukul 04.15 kemarin, untuk kali pertama tahun ini Kali Juwana meluap. Akibatnya, sisi pangkal utara jembatan darurat yang terpasang melintang di atas kali tersebut tergenang karena luapan air melimpah sampai bantaran kali.

Kedalaman genangan air yang mencapai ketiggian sekitar 60 cm dan panjang hampir 50 meter itu, menyebabkan para pengguna jalan yang datang dari arah utara (Pati) dan dari selatan (Winong serta Gabus), kebingungan. Sebab untuk melintas di jembatan darurat tersebut, pengendara motor sangat kesulitan.

Di antara mereka ada juga yang nekat ngrubyuk (berjalan di genangan-Red), karena untuk memutar balik dirasa terlalu jauh. Pasalnya, bagi mereka yang hendak menuju ke Pati harus memutar lewat Desa Gempolsari, dan belok ke kanan masuk Desa Babalan, Kecamatan Gabus.

Kebanyakan dari pengguna jalan yang akan melintas di jembatan darurat pagi itu adalah para pelajar, pegawai dan pedagang. Hal yang sama juga dilakukan pengguna jalan yang datang dari utara (Pati) ke Gabus, Tambakromo, atau ke Winong.

Bagi yang tidak berani nekat ngrubyuk, harus memutar balik lewat Desa Mustokoharjo, Kecamatan Pati menuju arah Kayen. Akan tetapi bagi yang hendak ke Winong, bisa lewat Tanjang, Babalan, dan Gempolsari, semuanya di Kecamatan Gabus.

Hanya yang hendak ke Gabus dan Tambakromo harus memutar lewat Keyen. Sebab, pagi itu di jalur Penanggungan-Gabus dan Tlogoayu-Gabus juga tergenang air limpahan dari Kali Godo di Kecamatan Winong, dengan ketinggian air di jalan raya rata-rata mencapai 50 cm.

Ditinggikan

Kasubdin Binamarga Dinas Permukiman dan Prasarana (Diskimpras) Kabupaten Pati H Yuswanto, ketika dihubungi terkait dengan hal tersebut, membenarkan adanya kejadian itu. Karena luas bantaran Kali Juwana di Ngantru yang lebar di sisi utara, maka ketika air kali tersebut meluap, genangan terbanyak di sisi utara.

Sementara ujung jembatan darurat di sisi selatan masih aman, termasuk sebagian badan jembatan. Karena itu, bagi pejalan kaki atau pengendara motor masih bisa melintas, tapi bagi yang tidak berani, pihak proyek Jembatan Ngantru memberikan kesempatan untuk melintas di atas jembatan baru yang berkonstruksi baja tersebut.

Khusus pemasangan kerangka baja jembatan itu, sesuai dengan target waktu, kini tinggal pekerjaan finisihing. Sebab semua gelagar untuk bentang jembatan sepanjang 100 meter, tinggal pemasangan baut. Karena itu, bila nanti genangan air sudah surut maka alternatifnya adalah meninggikan jalan di sisi utara jembatan darurat.

Untuk genangan air di jalur Pati-Gabus, meskipun tidak terjadi pada semua ruas jalan, namun merepotkan bagi para pengguna jalan yang melintas di pagi itu. Sedikitnya ada empat ruas jalan yang tergenang, masing-masing sepanjang 500 meter dan kedalaman air rata-rata 50 cm.

Selain jalur antara Penanggungan-Gabus tergenang, genangan juga terjadi di ruas jalan Plumbungan dan di ruas jalan yang hendak masuk ibu kota kecamatan dari arah utara. Genangan juga terjadi di ruas jalan Tlogoayu-Gabus, tepatnya di sekitar masjid.

"Namun pukul 08.00, genagan air di beberapa ruas jalan itu sudah surut, kecuali di sisi utara jembatan darurat Ngantru." (ad-15d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA