logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Nopember 2005 SEMARANG
Line

Raskin Ditilep, Warga Unjuk Rasa di Mapolsek

KENDAL - Puluhan warga Desa Dawuhan, Kecamatan Rowosari, Kendal, kemarin (21/11) pukul 09.45 berbondong-bondong datang ke Mapolsek Rowosari.

Di tempat itu, mereka menggelar aksi unjuk rasa sekaligus mengadukan kasus dugaan penggelapan beras rakyat miskin (raskin) yang dilakukan Kades Bambang Murtiyoso bersama dengan oknum pegawai kecamatan.

Dalam surat aduan yang ditujukan kepada bupati, serta ditandatangani sejumlah warga Sendang Dawuhan dijelaskan, penyalahgunaan serta penyelewengan penyaluran raskin terjadi September lalu. Akibat penyelewengan tersebut, warga mengaku tidak memperoleh jatah raskin hingga saat ini.

''Beras raskin empat ton, September lalu dijual Kades Bambang Rp 4 juta. Hal tersebut dilakukan secara sepihak, sedangkan uang hasil penjualan antara lain dibagi untuk kades, oknum Dolog, dan beberapa oknum satgas penyaluran raskin,'' papar koordinator demo Bambang Mutaroh, kemarin.

Sejumlah perangkat Desa Sendang Dawuhan juga akan memperoleh bagian dari hasil penjualan raskin, namun urung dilakukan. Sebab, ada pihak-pihak yang tidak menyetujui.

''Karena September warga tidak mendapatkan jatah raskin, akhirnya mereka menanyakan hal itu kepada kadesnya. Oleh kades, pertanyaan warga itu dijawab, apabila jatah raskin pada bulan itu telah hangus.''

Hangus

Ditambahkan, sebagai pengganti raskin yang hangus, kades akan memberikan kompensasi berupa uang tunai Rp 4 juta. Uang tersebut akan diberikan kepada empat dukuh. Setiap dukuh akan menerima Rp 1 juta.

''Apa yang dikatakan kades tersebut, tidak sesuai dengan penjelasan perangkat desa yang lain.''

Sebelumnya di halaman Mapolsek, puluhan warga yang berunjuk rasa itu tidak melakukan orasi. Mereka hanya menggelar sejumlah poster yang antara lain bertuliskan ''Aparat Deso Senenge Golek Bondo Donya Sekarat'', ''Pamong Desa Sendang Dawuhan Ora Duwe Isin, Raskin Dijual. Pelakunya Harus Dipecat '', ''Perangkat Desa Nekat, Bakal Dipecat.''

Beberapa saat setelah berunjuk rasa, empat perwakilan warga langsung menggelar dialog di ruang kapolsek. Hadir dalam dialog, Camat Rowosari Daryanto Mukadar bersama dengan beberapa stafnya, serta Kapolsek AKP H Muslich. Hingga pukul 11.00, dialog masih berlangsung.

''Kami menginginkan agar masalah ini bisa diselesaikan dengan bijak, tanpa aksi anarkis. Jika yang bersangkutan benar bersalah, kami akan memproses sesuai dengan hukum. Kami meminta data dan masukan warga, dan kami juga akan mulai melakukan penyelidikan,'' tandas Muslich. (G15-51d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA