logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Nopember 2005 SEMARANG
Line

Semua Siswa Ingin Jadi Pilot

HARU sekaligus bangga tidak bisa disembunyikan Agnes, guru kelas I SD PL Bernardus Semarang. Itu terjadi, tatkala dia melihat murid-muridnya secara teratur berbaris satu per satu menaiki tangga pesawat Garuda dan masuk ke kabin penumpang.

''Saya tidak mengira anak-anak diberi kesempatan masuk ke dalam pesawat, tidak hanya melihat dari kejauhan,'' katanya, seraya menunjukkan kulitnya yang merinding bila mengingat begitu senangnya para murid seusai keluar dari pesawat.

Agnes, satu dari lima guru kelas I SD PL Bernardus yang mendampingi para murid mengikuti kegiatan studi di luar sekolah, Sabtu (19/11) lalu. Berdasarkan pengalaman lalu, para murid yang diajak ke Bandara A Yani hanya bisa melihat pesawat dari anjungan, yang berjarak ratusan meter dari pesawat.

Namun tidak demikian dengan kegiatan itu, pihak manajemen Garuda dan PT Angkasa Pura, pengelola Bandara A Yani memberikan kesempatan anak-anak mendekat dan masuk ke kabin penumpang pesawat.

Kedatangan para murid itu disambut General Manager Branch Office Garuda di Semarang, Ronald PL Tobing, beserta jajarannya. Dengan senang hati, para murid dipersilakan masuk ke pesawat, yang baru saja tiba dari Jakarta.

''Bagi anak-anak, ini merupakan pengalaman sangat berharga. Mereka akan mengenang hal semacam ini, sekaligus menambah pengetahuan yang tidak didapatkan di kelas,'' kata Koordinator SD Bernardus, Br Arnoldus FIC didampingi kepala sekolah A Sumarno, bidang kurikulum.

Menurut Arnoldus, dengan diajaknya anak-anak melakukan kegiatan di luar lingkungan kelas, akan memberi nilai tambah pengetahuan. Paling tidak, mereka diajari untuk belajar bersosialisasai dengan lingkungan sekitarnya.

Sumarno menuturkan, kegiatan tersebut guna memenuhi materi pada kurikulum berbasis kompetensi. Salah satunya kegiatan pengenalan lingkungan luar sekolah. Para murid dididik mengenal lingkungan masyarakat yang ada, seperti fasilitas umum dan transportasi.

Selain mengunjungi bandara, para murid dari lima kelas yang berjumlah mencapai 200 itu, berkunjung ke kompleks Landasan Utama TNI-AD A Yani. Di sini mereka mendapat penjelasan dari Letda Maginda, perihal tempat mendarat dan mengudara pesawat terbang. Selain itu, juga ditunjukkan beberapa jenis helikopter yang parkir di hanggar pesawat.

Ditanya siapa yang ingin jadi pilot, hampir semua tunjuk jari. ''Kalau ingin jadi pilot, anak-anak harus rajin belajar dan tekun,'' kata Maginda kepada para murid.

Setelah itu, anak-anak diajak ke pusat perbelanjaan Alfa Retalindo Tbk di Jalan R Patah. Di sini, mereka diterima pihak pengelola yang diwakili Imas dari bagian promosi. Murid-murid diajari bagaimana harus menggunakan uang untuk belanja. Dengan dibekali uang Rp 5.000, para murid diwajibkan membeli barang-barang yang diinginkan. ''Mereka boleh membeli apa pun, asalkan tidak lebih dari besarnya nilai uang yang sudah ditentukan,'' kata Sisilia, guru kelas IA.

Dalam kegiatan tersebut, para murid diajak untuk mengenal kegiatan jual-beli, berhitung, dan juga cara menggunakan uang dengan benar.(Simon Dodit-18s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA