| Selasa, 22 Nopember 2005 | SEMARANG |
''Jihad Jangan Diartikan Sempit''SEMARANG- Maraknya aksi terorisme yang mengatasnamakan jihad tidak dibenarkan dalam Islam. Oleh karenanya, makna jihad jangan hanya diartikan sempit sebagai peperangan. Pasalnya, misi agama sebagai pembawa rahmatan lil alamin tidak akan tercapai dengan cara-cara kekerasan. Menurut Ketua PC NU Kota Semarang Drs H Ahmad Busaeri Haris MAg, jihad sebaiknya dikembangkan sebagai tindakan yang mengarah toleransi (tasamuh), keseimbangan (tawazun), dan menyuruh kepada yang baik, serta mencegah kemungkaran (amar makruf nahi munkar). ''Aksi terorisme tidak saja tidak berperikemanusiaan, tetapi juga mampu memutuskan hubungan antarmanusia,'' katanya dalam Halalbihalal Keluarga Besar NU, Senin (21/11). Ia mengajak warga NU agar mengembangkan makna jihad sesuai dengan pemahaman ahlus sunnah wal jamaah, sehingga hubungan antarumat bisa terjalin dengan baik. Selain itu, ia juga mengajak warga NU agar terus menghidupkan kehidupan beragama dengan turut aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan masyarakat. Ratusan warga nahdliyin memenuhi aula rumah dinas Wali Kota, tempat penyelenggaraan acara tersebut. Mereka yang sebagian besar kaum ibu-ibu datang berombongan dari berbagai daerah di kota Semarang. Acara diisi pembacaan shalawat, tahlil bersama dan mauidzah hasanah. Dalam uraian mauidzah hasanah KH Syarofudin Husen, pengasuh Pondok Pesantren Syaroful Millah Penggaron Semarang, mengingatkan hadirin untuk memohon ampun terhadap kesalahan yang telah dilakukan. Menjalankan ibadah, tidak hanya berhubungan dengan Tuhan saja, tetapi manusia juga wajib menjalin dan mengembangkan hubungan dengan sesamanya. Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula pelepasan 56 jamaah calon haji 2006 yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) NU secara simbolis. (mhr-37) |