logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Nopember 2005 SEMARANG
Line

Mangkuk Timbangan Disita, Pedagang Protes

SEMARANG - Tujuh belas timbangan di Pasar Pedurungan terjaring dalam operasi tera, yang melibatkan petugas gabungan dari Balai Metrologi Wilayah Semarang, Dinas Pasar, dan Seksi Koordinasi Pengawasan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Polda Jateng, Senin (21/11). Ketujuhbelas timbangan itu kedapatan telah habis masa teranya.

Petugas gabungan mulai masuk ke pasar itu, sekitar pukul 10.00. Satu per satu timbangan dilihat tanda teranya. Ketika petugas mendapati timbangan dimaksud, kemudian mengambil tembor(mangkuk timbangan)-nya. Selanjutnya, pemilik diberi surat dan diminta mengambil barang itu di kantor Balai Metrologi Jl Imam Bonjol. ''Kalau mengambil tembor, timbangan dan bandulnya dibawa agar bisa ditera,'' kata petugas.

Operasi tersebut ternyata mendapat reaksi pedagang. Salah satunya adalah Armina (40), warga Ringin Jajar, Kecamatan Mranggen, Demak. Pedagang sayur yang menempati dasaran terbuka di bagian depan pasar itu, dengan nada tinggi mengatakan, tidak akan mengambil tembor yang diambil petugas. ''Saya ikhlas itu diambil, nanti saya beli lagi,'' ujarnya.

Reaksi juga muncul dari Nurhidayah (30), warga Mranggen. Pedagang sayur itu meminta petugas tidak mengambil tembor miliknya. Saat ditanya, dia mengaku, tidak tahu bahwa timbangan harus ditera. Bahkan, dia juga tidak tahu, kenapa hal itu harus dilakukan.

Mariem (50), sambil berteriak-teriak mengatakan, dia pernah menerakan timbangan, tetapi alat itu justru rusak. ''Kalau sampai rusak, saya lemparkan yang mengambil,'' teriaknya. Hadi Sarwono, staf seksi pengawasan pada Balai Metrologi Wilayah Semarang mengatakan, operasi tersebut lebih bersifat pembinaan daripada tindakan hukum. Karena itu, pihaknya hanya mengambil tembor. (G6-44h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA