| Selasa, 22 Nopember 2005 | KEDU & DIY |
Malaria Termasuk Bahaya LatenBOROBUDUR - Kabupaten Magelang merumuskan jargon atau slogan action plan pemberantasan penyakit malaria khususnya di kawasan Pegunungan Menoreh. Karena wilayah endemis malaria tersebut berbatasan dengan Kulon Progo dan Purworejo, jargon atau slogan itu dirumuskan bersama. ''Ketiga daerah itu sepakat menyatakan malaria sebagai bahaya laten yang bisa meledak sewaktu-waktu,'' ujar Ketua DPRD Kabupaten Magelang H Achmad Labib SE, kemarin. Dia mengemukakan, perlu ada back up dana dari APBD untuk mendukung actin plan tersebut. Dalam arti lain, Pemkab perlu menyiapkan dana darurat untuk mengantisipasi kemungkinan bila sewaktu-waktu terjadi kejadian luar biasa (KLB). Misalnya melalui dana tak tersangka atau dana kontingensi. Dia mengungkapkan, persentase penderita malaria dari tahun ke tahun terus menurun dengan signifikan. Pada 2001 disebutkan jumlah penderita malaria di kawasan itu 80% dari penderita se-Jawa dan Bali. Namun, tahun lalu tinggal 10-20%. ''Penurunan persentase jumlah penderita malaria itu karena mendapat penanganan dengan serius, terpadu, dan berkelanjutan,'' ungkap Wakil Ketua II DPRD Drs Mujadin Putu Murja. Dia mengemukakan, lokasi perbatasan Kulon Progo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, dan Purworejo sejak lama menjadi sarang pembiakan nyamuk malaria. ''Di samping Kecamatan Salaman, juga Kajoran dan Borobudur. Nyamuk malaria berkembang biak pada musim penghujan,'' kata anggota DPRD dari Kecamatan Salaman itu. Belum Bisa Hilang Menurut keterangan Labib, penyakit malaria belum bisa sepenuhnya hilang. Dengan demikian, perlu menyiapkan anggaran dan sumber daya manusia (SDM) dalam jumlah yang memadai. Dia menekankan, perlu penggalakan kampanye sadar lingkungan untuk mencegah malaria, mengefektifkan kader tiap desa di kawasan yang menjadi kantong penyakit tersebut. Dinas Kesehatan bersama instansi terkait serta institusi lain yang mempunyai hubungan langsung dengan masyarakat hendaknya terus-menerus memberikan pemahaman tentang perlunya mengambil langkah-langkah pencegahan. Misalnya penggunaan kelambu saat tidur dan menjaga lingkungan dari genangan air yang potensial dijadikan sarang nyamuk malaria. Serta, mewaspadai gejala yang timbul dan melaporkannya kepada kader desa atau ke puskesmas terdekat. ''Paduan program yang digariskan Pemkab tidak akan terlaksana dengan baik jika tidak mendapat sambutan positif masyarakat,'' tandas Wakil Ketua I DPRD Susilo SPt. (pr-39j) |