| Selasa, 22 Nopember 2005 | KEDU & DIY |
Empat PTN Kerja Sama dengan Dirjen MandikdasmenYOGYAKARTA - Target pencapaian 95% program peningkatan angka partisipasi kasar (APK) sekolah menengah pertama (SMP) secara nasional baru akan dapat tercapai pada 2008. Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Mandikdasmen) Depdiknas Prof Suyanto PhD mengemukakan hal itu seusai menandatangani naskah kerja sama antara pihaknya dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Malang (UM), serta Universitas Negeri Surabaya (Anesa) tentang penuntasan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun yang bermutu. Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Dirjen Mandikdasmen Prof Suyanto PhD dengan Plh Rektor UNY Prof Sugeng Mardiyono PhD, Rektor UPI Prof Dr Sunarya MPd, Ketua LPM UM Dr Abdillah Hanapi, dan Pembantu Rektor IV Unesa Prof Sunarto BSc di ruang sidang UNY Karangmalang Yogyakarta, Minggu (20/11) siang. Dirjen mengemukakan, kerja sama tersebut untuk mengatasi daerah yang bermasalah. Yaitu daerah yang mempunyai APK rendah berdasarkan hasil sensus nasional pendidikan dan rawan pendidikan. Membantu Sehubungan dengan hal itu, ujar Dirjen, instansinya bersama empat perguruan tinggi negeri tersebut akan membantu dan mendukung pemerintah dalam mengidentifikasi, menentukan, dan memecahkan permasalahan pendidikan dasar di Indonesia secara bersama-sama sesuai dengan kebutuhan. Sementara itu, sosialisasi peran dan upaya penuntasan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun dilaksanakan dalam bentuk kuliah kerja nyata (KKN) yang selanjutnya disebut KKN Wajar. Perancangan kegiatan itu dikembangkan oleh peserta dari proposal induk pengabdian kepada masyarakat tentang penuntasan wajib belajar sembilan tahun yang bermutu. Program-program itu berdasarkan pada pertumbuhan minat dan motivasi masyarakat untuk memperbolehkan anaknya melanjutkan belajar ke jenjang pendidikan dasar sehingga menaikkan APK SMP. (P12-39j) |