| Selasa, 22 Nopember 2005 | KEDU & DIY |
Angkota Magelang Jalan Lagi
MAGELANG - Setelah mogok tiga hari, mulai Senin kemarin awak angkutan kota (angkota) menjalankan lagi armadanya. ''Itu sesuai degan janji pengusaha dan awak angkota. Di 12 jalur, angkota sudah jalan semuanya,'' ujar Ketua Koperasi Angkutan Kota (Kopata) Magelang, D Asriyanto, kemarin. Menurutnya, untuk operasional Kopata minta bantuan pengamanan dari Polresta Magelang maupun Dinas Perhubungan. Berdasarkan laporan para sopir, terdapat sembilan titik rawan di Kota Magelang. ''Pada titik-titik itu sopir dicegat, kemudian diminta tidak menjalankan kendaraannya. Karena itu, perlu dilakukan pengamanan,'' tuturnya. Seperti diberitakan (18/11), penempelan stiker tarif angkota oleh petugas Dinas Perhubungan Kota Magelang Kamis lalu (17/11), berbuntut demo para sopir dan awak angkota. Mereka minta stiker dicabut. Sebelumnya, mereka menarik biaya penumpang umum jauh dekat Rp 2.000, serta pelajar dan mahasiswa Rp 1.000. Namun pada stiker yang ditempel itu, tertulis Peraturan Wali Kota 8/2005 bertanggal 10 Oktober, yang menjelaskan tarif jauh dekat untuk penumpang umum Rp 1.800 dan pelajar Rp 800. Untuk sementara waktu, tambah Ketua Kopata, tarif sebaiknya saling pengertian antara awak angkota dengan penumpang, sambil menunggu Pemkot melakukan koordinasi lagi dengan DPRD. Kalau penumpang membayar Rp 1.800 diterima, membayar Rp 2.000 juga diterima. Rancangan Tarif Baru Ditanya apakah Kopata mau mengadakan rapat guna mengajukan rancangan tarif baru kepada Pemkot, Asriyanto mengatakan rencananya memang seperti itu. Tujuannya, untuk menampung aspirasi dari pengusaha maupun awak angkota mengenai tarif. ''Waktunya belum ditetapkan,'' kata Ketua Kopata yang mengaku tekanan darahnya naik akibat kerja keras mengatasi aksi mogok selama empat hari itu. Kepala Dinas Perhubungan Kota Magelang, Drs Sudaryanto MM, menerangkan, hari ini semua angkota sudah jalan. Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan di lapangan, pihaknya bersama Polresta Magelang secara rutin melakukan patroli keliling kota. Dari pengamatan, meski armada angkota sudah jalan kembali, namun tidak sedikit angkota yang kosong tanpa penumpang. Mereka hanya keliling kota untuk melihat situasi. ''Kami jalan, tapi tidak ngoyo. Kalau nanti di jalan disuruh pulang, ya saya pulang,'' tutur mereka. Yang jelas, dengan angkota beroperasi lagi, para pelajar tidak kesulitan transportasi saat berangkat maupun pulang sekolah. Demikian pula halnya dengan para pengguna angkota lainnya. Kendaraan milik Pemkot, Polresta Magelang, maupun Armed 11, yang selama aksi mogok digunakan untuk mengangkut penumpang, sudah ditarik masuk pool kendaraan instansi masing-masing. (P60-39a) |