logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Nopember 2005 INTERNASIONAL
Line

Bush Menyamakan Radikal Islam dengan Komunisme

ULAN BATOR - Seorang presiden dari negara berteknologi antariksa belajar kehidupan nomaden. Itulah yang dilakukan George W Bush dalam kunjungannya di Mongolia, Senin kemarin. Bush menikmati ''nyanyian kerongkongan'' Mongolia yang multinada dan minum susu kuda di sebuah gubuk yang menjadi simbol negara itu.

Bush adalah presiden AS pertama yang mengunjungi Mongolia. Dia mengaku merasa seperti di rumah sendiri. ''Negeri ini sungguh indah, dengan pemandangan langit luas dan cakrawala membentang, seperti di Texas,'' kata dia.

Mongolia adalah negeri terakhir dalam lawatannya ke empat negara Asia. Bush berterima kasih kepada Mongolia atas dukungannya pada perang Irak.

Dia juga memuji kemajuan eks negeri satelit Soviet itu menuju negeri demokrasi.

Di Mongolia, Bush lagi-lagi menyatakan pembelaannya atas pendudukan tentara AS di Irak, meski di Washington hal ini makin gencar dipertanyakan.

Bush menyamakan kelompok radikal Islam yang mencoba mendepak Amerika dari Irak dengan komunisme.

''Seperti ideologi komunisme, ideologi radikalisme Islam ditakdirkan untuk gagal karena kehendak untuk berkuasa tidak cocok dengan keinginan universal untuk hidup dalam kemerdekaan,'' kata dia.

Selama satu abad, Mongolia pernah menjadi salah satu negara satelit Soviet dengan sistem partai tunggal.

Alam Nomaden

Di luar urusan kenegaraan, Bush dan istrinya Laura, serta Menlu Condoleezza Rice menikmati alam kehidupan nomaden negeri tanah kelahiran Jenghis Khan ini. Presiden Mongolia Nambariin Enkhbayar mengantar rombongan tamunya itu keluar ibukota Ulan Bator, menyusuri sungai yang membeku menijui lembah gersang di kampung halaman Enkhbayar.

Mereka menyaksikan unta dan yak serta para prajurit Mongol berbaju baja dan ketopong. Pasukan bersenjata pedang itu mengendara kuda-kuda Mongol yang seperit keledai sambil membawa panji-panji perang berwarna-warni.

Para penari menampilkan tarian topeng dalam busana yang sangat meriah. Sementara itu, pengiring musik berjubah biru dan kuning memainkan gong dan terompet.

Cuaca dingin menggigit. Rombongan kemudian masuk ke dalam dua bangunan berangka kayu beratap rumbia. Bangunan ini, disebut ger dalam bahasa Mongolia digunakan oleh kaum nomaden perbatasan karena mudah dibongkar pasang dan dibawa.

Bush dan rombongan dijamu dengan bermacam makanan dan minuman khas Mongol. Dia sempat mencicipi susu kuda dan keju yang berasa seperti krim kecut.

Sementara itu, tiga perempuan tua dalam gaun berwarna cerah menampilkan nyanyian kerongkongan tradisional. Disebut nyanyian kerongkongan karena seorang penyanyi bisa melantunkan lagu sampai empat suara berbeda. Teknik ini sudah dikembangkan sejak berabad-abad lalu oleh bangsa Mongol.

Begitu upacara selesai, Bush langsung kembali ke pesawat kepresidenan Air Force One dan terbang pulang ke Washington.

Mongolia mengirimkan 120 tentaranya ke Irak. Pada Februari 2004, dua tentara Mongolia yang bertugas di pangkalan Hilla memergoki sebuah mobil yang bergerak menuju kamp itu. Si pengemudi ditembak mati, dan ternyata itu adalah seorang pengebom bunuh diri.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA