logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Nopember 2005 INTERNASIONAL
Line

Fosfor Putih Terbukti Digunakan di Fallujah

Tentara AS Tembaki Satu Keluarga, 5 Tewas

BAQUBA - ''Kejahatan'' tentara Amerika Serikat di Irak makin berderet-deret saja. Tuduhan penggunaan fosfor putih di Fallujah dan penyiksaan terhadap para tahanan masih menjadi perdebatan panas. Dan, Senin kemarin, tentara AS salah menembaki satu keluarga sipil hingga tewas.

Tentara menembaki sebuah mobil penuh penumpang di utara Bagdad karena khawatir ada serangan bom. Ternyata, mobil itu mengangkut warga sipil. Tiga orang dari satu keluarga tewas seketika, termasuk seorang anak.

Divisi Infantri Ke-3 Angkatan Darat AS membenarkan insiden itu. Disebutkan, tentara melepaskan tembakan setelah mencoba menghentikan mobil minivan itu dengan tembakan peringatan.

''Ini tragedi,'' kata Mayor Steve Warren, juru bicara pasukan AS di Baquba. ''Tetapi, tragedi ini terjadi karena Zarqawi dan komplotannya masih berkeliaran dengan bom-bom mobil,'' kilahnya.

Warren mengatakan, dua orang pria dan seorang anak tewas seketika. Tiga orang lainnya mengalami luka-luka. Namun, korban selamat mengatakan, lima anggota keluarga tewas, termasuk dua orang anak-anak dan empat lainnya cedera.

Keluarga itu sedang bepergian dari Balad, sekitar 89 km sebelah utara Bagdad ke Baquba untuk menghadiri upacara pemakaman.

''Kami berpapasan dengan konvoi militer. Saat kami minggir untuk memberi jalan, mereka melepaskan tembakan,'' kata seorang korban selamat.

Insiden ini makin menambah catatan buruk pendudukan tentara AS di Irak. Pekan lalu, AS dituduh menggunakan senjata fosfor putih saat menyerbu gerilyawan di Fallujah tahun lalu. Penggunaan senjata kimia ini menimbulkan perdebatan panas.

Perserikatan Bangsa-bangsa bahkan sudah mengisyaratkan, kasus fosfor putih itu perlu diselidiki oleh tim internasional.

Fosfor Pembunuh

Pentagon (Dinas Pertahanan AS) belum lama ini mengakui hal itu, meski sebelumnya dibantah. Pengakuan itu bukan hanya sekadar isu yang dibicarakan umum, namun telah menimbulkan pro-kontra tentang penggunaan persenjataan semacam itu dalam perang modern.

Pengakuan itu bertolak belakang dengan pernyataan Dubes AS di London Robert Holmes Tuttle, belum lama ini. Tuttle kala itu mengatakan pasukan AS ''tidak menggunakan napalm (bom pembakar) atau fosfor putih sebagai senjata''.

Pernyataan resmi Dubes AS itu sebetulnya hendak mengatakan, senjata fosfor putih (disebut Willi Pete saat era Perang Vietnam) hanya digunakan untuk menerangi medan tempur dan menimbulkan asap untuk penyamaran.

Namun, dalih AS itu terbongkar saat para blogger (pengguna internet) menemukan satu artikel yang dipublikasikan majalah Field Artillery AD AS edisi Maret/April tahun ini.

Artikel tersebut ditulis oleh seorang kapten, letnan pertama, dan seorang sersan. Tulisan itu merupakan tinjauan tentang serangan di Fallujah pada November 2004, khususnya mengenai penggunaan tembakan tidak langsung, terutama mortir.

Artikel itu nyata-nyata menyebutkan bahwa tentara AS menggunakan fosfor putih sebagai senjata, bukan hanya sekadar untuk penerangan atau penyamaran.

''Fosfor putih terbukti menjadi amunisi yang efektif dan serba guna. Kami menggunakan bahan itu untuk misi penyaringan, dan kemudian dalam pertempuran. Bahan kimia tersebut merupakan senjata psikologis pontensial untuk melawan para gerilyawan yang bersembunyi di parit-parit perlindungan dan lubang-lubang laba-laba, tempat kami tidak bisa mencapainya dengan HE (high explosive - bahan peledak berkekuatan tinggi). Kami melancarkan misi shake and bake (kocok dan panggang)'' terhadap anggota kelompok perlawanan. WP digunakan untuk mengaduk-aduk mereka di dalam parit dan HE untuk mengeluarkan mereka,'' jelas artikel itu.

Istilah shake and bake (kocok dan panggang) meminjam merek bumbu ''Shake 'n Bake'' keluaran produsen makanan Kraft di AS. ''Shake 'n Bake'' adalah bumbu untuk ayam goreng yang penggunaannya mudah, cukup masukkan ayam dalam kantong bumbu, kocok-kocok supaya bumbu merata, dan ayam tinggal digoreng.

Taktik memaksa musuh keluar dari tempat persembunyian ini bukan hal baru dan seharusnya tidak mengejutkan. Satu artikel tentang perang Vietnam yang dipublikasikan tahun 1996 oleh satuan lapis baja AS (Batalyon I, Lapis Baja ke-69) membahas persenjataan fosfor putih dan penggunaannya untuk membuat tentara Vietnam meninggalkan posisi-posisi mereka.

Bukti bahwa hal itu terjadi di Fallujah berasal dari sebuah artikel yang ditulis wartawan North County Times di California, Darrin Mortneson. Wartawan tersebut ikut marinir AS di kota tersebut.

Dia menulis tentang satuan mortir yang memperoleh perintah tentang sasaran dan melepaskan tembakan.

''Bom menghantam daerah di sekitar terowongan saat mereka melakukan latihan terus-menerus, sehingga menimbulkan campuran fosfor putih dan bahan peledak berkekuatan tinggi yang mereka sebut ''shake 'n bake' di sejumlah bangunan, tempat para gerilyawan terlihat sepanjang pekan itu.''(rtr-bbcnews-niek-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA