logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Nopember 2005 EKONOMI
Line

Penjualan Pertamax Diprediksi Meningkat

SEMARANG- Pertamina Unit Pemasaran IV berupaya untuk meningkatkan angka penjualan Pertamax dan Pertamax plus. Pasalnya, sejak produk bensin super itu dinaikkan 1 September lalu penjualannya terus mengalami penurunan drastis. Oleh karenanya, penurunan BBM nonsubsidi pemerintah itu dikhawatirkan akan mengurangi omzet Pertamina.

Humas Pertamina UPMS IV Winarto berharap adanya kebijakan Pertamina pusat perihal program penurunan harga untuk Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamax Dex per 21 November kemarin mampu mendongkrak angka penjualannya. ''Selama ini penjualan produk-produk tersebut di berbagai SPBU memang kurang bila dibandingkan dengan BBM bersubsidi, seperti premium dan solar. Apalagi konsumen produk ini masih terbatas pada kalangan menegah ke atas,'' katanya saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (21/11).

Ia menyebutkan sejak September 2005 penjualan kedua produk itu terus menurun. Bahkan bulan tersebut juga tercatat paling rendah tingkat penjualannya bila dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Penjualan Pertamax pada Agustus tercatat 1.656 kiloliter sedangkan penjualan pada bulan berikutnya turun, yakni 952 kiloliter. Produk Pertamax ini diprediksi tidak akan mampu memenuhi target realisasi penjualan yang ditetapkan hingga akhir tahun nanti. Sebelumnya Pertamina UPMS IV menargetkan penjualan Pertamax 36.000 kiloliter. Namun hingga September baru tercapai 12.480 kiloliter atau 35%. Untuk Pertamax Plus, angka penjualannya mencapai 352 kiloliter pada Agustus dan 240 kiloliter pada September.

''Realisasi penjualan Pertamax Plus hingga September telah mencapai 94%. Perolehan angka penjualan itu telah melampaui target yang kami tetapkan,'' katanya.

Seperti diberitakan SM (19/11), Pertamina menurunkan harga produk Pertamax, Pertamax Plus dan Pertamax Dex. Penurunan itu mulai Rp 300 per liter. Semula harga jual Pertamax ke konsumen di SPBU Rp 5.700 per liter. Dengan adanya penurunan ini, harganya menjadi Rp 5.400 per liter. Sedangkan Pertamax Plus yang semula seharga Rp 5.900 per liter kini menjadi Rp 5.600 per liter.

''Untuk suplai Pertamax Dex, suplainya belum ada di wilayah UPMS IV. Jadi kami tidak bisa menyebutkan angkanya,'' katanya. (mhr-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA