logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Nopember 2005 EKONOMI
Line

Sampoerna Produksi Sigaret di Sragen

SRAGEN- PT HM Sampoerna Tbk mengoperasikan PT Aroma Sukowati Sragen yang merupakan Mitra Produksi Sigaret (MPS) pabrik rokok tersebut. Dalam pengoperasiannya mampu menyerap 1.700 tenaga kerja.

Menurut Presiden Direktur PT Aroma Sukowati, Sri Yatin, jumlah tenaga kerja sebanyak itu berasal dari 20 wilayah kecamatan yang ada di seluruh Kabupaten Sragen.

''Proses rekrutmen para karyawan yang menjadi buruh linting dilakukan melalui kerjasama dengan pihak aparat masing-masing kecamatan,'' ujarnya, di sela-sela acara peresmian, Sabtu (19/11).

Ia menambahkan dengan berdirinya perusahaan tersebut diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran khususnya di wilayah setempat. Selain itu, diharapkan dapat membuka sentra ekonomi baru di kawasan sekitar pabrik.

''Kami sengaja merekrut buruh linting dari seluruh kecamatan, dengan harapan bisa membantu memberdayakan dan meningkatkan taraf hidup warga Sragen khususnya yang berada di sekitar pabrik,'' paparnya.

Bupati Sragen H Untung Wiyono mengemukakan berdirinya perusahaan tersebut memberikan efek terhadap roda perekonomian Sragen. Di antaranya, menciptakan lapangan kerja baru dan memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat.

''Saya yakin dengan dibukanya MPS di Sragen ini akan lebih memberdayakan masyarakat,'' paparnya.

Saling Menguntungkan

Direktur PT HM Sampoerna Tbk Angky Camaro mengatakan, kemitraan yang dibangun pihaknya bersama dengan PT Aroma Sukowati itu dilakukan melalui pendekatan yang saling menguntungkan.

''MPS Sragen ini merupakan pabrik yang ke 27, sejak diluncurkan kali pertama di Lamongan Jawa Timur pada tahun 1994. Dari 27 MPS itu telah tercipta lapangan kerja bagi 41.000 orang yang tersebar di Jawa Timur (19 lokasi), Jawa Tengah (6) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (2),'' katanya.

Ditambahkan Sri Yatin, dalam pengoperasiannya, PT Aroma Sukowati mengerjakan salah satu produk Sigaret Kretek Tangan (SKT) andalan Sampoerna yakni Sampoerna Hijau. Seluruh proses pengerjaannya dilakukan secara manual dengan tanpa melibatkan mesin baik itu mulai dari pelintingan, pengguntingan hingga pengepakan. (G19-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA