logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 21 Nopember 2005 NASIONAL
Line

Sisi Lain dari Nusakambangan (1)

Simpan Berbagai Jenis Tambang yang Melimpah


TAMBANG KAPUR: Hamparan lahan tambang batu kapur di Pulau Nusakambangan, Cilacap. (57j) - SM/Jamal Al Ashari

Dinas Pertambangan dan Energi dan Badan Informasi Komunikasi Kehumasan Jateng mengadakan kegiatan pers tour ke Nusakambangan Cilacap untuk melihat dari dekat kegiatan pertambangan batu kapur dan potensi pariwisata di pulau itu, Kamis-Jumat (17-18/11). Wartawan Suara Merdeka Djamal Al Ashari yang mengikuti acara tersebut melaporkan hasil kunjungan secara berseri mulai hari ini.

pulau di selatan Jawa Tengah yang secara geografis masuk wilayah Cilacap- memiliki pesona kekayaan alam dan wisata yang belum terjamah secara maksimal.

Namun karena status kepemilikan pulau yang mendua, antara Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) dan Pemkab Cilacap, membuat penanganan potensi pulau itu tidak maksimal hingga sekarang.

Seperti diberitakan, Departemen Hukum dan HAM meneruskan status kepemilikan pulau itu sejak zaman kolonial Belanda. Pulau itu telah dijadikan tempat pemenjaraan bagi narapidana kelas kakap (dahulu para tahanan politik).

Empat LP, yakni Batu, Besi, Kembangkuning, dan Permisan masih berdiri kokoh di pulau itu untuk menampung para pelaku kejahatan narkoba, pembunuhan, korupsi, sampai teroris. Kini, sedang dibangun LP berlabel super maximum security yang akan khusus ditempati para teroris.

Pulau yang memiliki luas sekitar 240 km2 itu ternyata menyimpan kekayaan alam yang berlimpah. Selain kandungan batu kapur, Dinas Pertambangan dan Energi Jateng mencatat berbagai jenis tambang lain, seperti pasir besi.

Berdasarkan topografinya, Nusakambangan dikelompokkan menjadi beberapa bagian, yaitu perbukitan bebatuan breksi, perbukitan bebatuan gamping, kaki lereng perbukitan gamping, dataran aluvial, dataran pasang surut, dan pantai.

Potensi batu kapur inilah yang sekarang sedang digarap oleh PT Semen Cibinong Tbk di Cilacap. Bagian Corporate Communication PT Semen Cibinong Tbk di Cilacap Deni Nurhandain mengungkapkan, pabrik semen tersebut sebagian bahan bakunya mengambil potensi tambang di Cilacap, yaitu batu kapur di Nusakambangan dan tanah liat di Kecamatan Jeruk Legi dan Kesugihan, serta pasir besi.

''Izin penambangan batu kapur di Nusakambangan berdasarkan kerja sama PT Semen Cibinong dengan Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia bertanggal 27 November 2001. Jangka waktu penambangan 30 tahun atau sampai 26 November 2031,'' papar dia saat menerima rombongan wartawan.

Kemudian, Surat Izin Penambangan Daerah (SIPD) Gubernur Jateng bertanggal 18 September 2000. Jangka waktu penambangan 23 tahun untuk 1.000 hektare.

''Saat ini luas bukaan daerah yang ditambang 98,4 hektare atau sekitar 5% dari luas yang diizinkan,'' ujar dia didampingi Ir Kunto Wulung, Planning Development Superindent PT Semen Cibinong di Cilacap.

Luas bukaan itu terdiri atas tambang aktif 52,28 hektare, penghijauan 12,26 hektare, settling pond 2,2 hektare, soil disposal 4,96 hektare, emplacement 10,8 hektare, lahan belum dibuka 7,1 hektare, dan lahan kosong 8,8 hektare.

''Kami ingin menjadikan kekayaan alam ini lebih berguna. Yang semula hanya onggokan batu kapur dan tanah, setelah kami olah bisa menjadi kumpulan gedung, jalan, dan rumah,'' ungkap Deni.

Kunto Wulung mengemukakan, saat ini yang sedang digarap baru pada zona A dan B dari lahan 98,4 hektare. Cadangan batu kapur sampai akhir Desember 2004 yang telah digarap 16,4 juta ton dengan batas penambangan pada ketinggian 10 meter di atas permukaan air laut. Cadangan sejumlah itu dengan produksi tahunan 4,2 juta ton dan umur tambang 3,9 tahun.

Secara keseluruhan, cadangan batu kapur pada daerah SIPD seluas 1.000 hektare diperkirakan 290 juta ton. Di daerah bekas tambangan PT Semen Cibinong dilakukan penanaman kembali menjadi hutan dengan tanaman asli Nusakambangan.

Lebih lanjut Kunto mengemukakan, zona A dan B yang sedang digarap itu terbagi lagi menjadi quary-quary (blok-Red) penambangan. Sampai saat ini sudah sampai blok sembilan. ''Rencananya pada 2006 dibuka lagi blok sepuluh. Lahan baru seluas 18 hektare sudah disiapkan untuk berproduksi,'' ujar dia.

Penambangan batu kapur di kawasan Nusakambangan diawali dengan meledakkan bukit-bukit kapur dengan dinamit yang sekali ledakan dipasang di sekitar tujuh titik. Berdasarkan papan peringatan yang dipasang perusahaan, sirene persiapan dibunyikan pada pukul 11.45-11.55, sirene peledakan pukul 12.00 dan 16.00, sirene kondisi aman pukul 12.15 dan 16.15. (14j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA