| Minggu, 20 Nopember 2005 | NASIONAL |
Dukungan terhadap Kandidat Tim Formatur Mulai TerlihatPURWOKERTO - Memasuki hari kedua (19/11) musyawarah wilayah Muhammadiyah di Kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dukungan terhadap sejumlah kandidat yang akan masuk Tim Formatur (13 orang dari 39 yang dicalonkan), mulai terlihat. Dukungan diprediksi terbagi dalam tiga kekuatan. Selebihnya, diperkirakan hanya meramaikan. Informasi yang dihimpun dari sejumlah peserta Muswil mengungkapkan, dukungan mengerucut ke tiga daerah. Yaitu, poros Surakarta dan sekitarnya (timur), poros Semarang-Muria (utara), dan eks wilayah Banyumas yang didukung sebagian dari wilayah barat (pantura). Salah satu cara mengukur kekuatan, dilihat dari banyak sedikit utusan yang datang dan punya hak pilih. Data pada panitia menyebutkan, peserta dari wilayah eks Karesidenan Surakarta terdiri atas Klaten 94 orang, Sukoharjo (44), dan Surakarta (21). Kemudian wilayah eks Karesidenan Banyumas, 71 orang dari Banyumas, Banjarnegara (60), dan Purbalingga (58). Sedangkan dari wilayah Karesidenan Semarang, Kendal 51 orang dan Semarang (38). Sisanya tersebar. Jumlah peserta yang sudah melakukan registrasi dan terdaftar bisa memilih, mencapai 1.205 orang dari 1.238 utusan. Tim Sukses Selain itu, sebagian dari tim sukses atau tim pelobi para kandidat kini sudah bergerilya untuk memperkuat dukungan. Mereka menggalang dukungan dengan lobi-lobi informal di penginapan maupun berkoordinasi jauh hari sebelumnya. ''Saya sih lurus-lurus saja. Di Muhammadiyah, tak perlu menyiapkan tim sukses. Kalau dipilih ya itu amanah,'' tandas Drs H Abdul Rozaq Rois MM, Ketua MKKM PDM Surakarta. Hal serupa diungkapkan Ir H Hadi Pranoto MM, Wakil Ketua PDM Kota Semarang. ''Saya datang ke Muswil hanya sendirian. Tak membawa dukungan. Kalau dicalonkan dan bisa masuk Tim Formatur, ya itu amanah. Dadi ya syukur ra dadi yo ra rugi,'' ujar kandidat yang juga menjabat Wakil Ketua DPW PAN Jateng tersebut. Keduanya, selain masuk dalam bursa dari 39 nama, disebut-sebut bakal dicalonkan sebagai Ketua DPW PAN Jateng dalam Muswil 23 November di Semarang. Mereka mengaku, Muswil sekaligus sebagai penjajakan awal untuk mengukur kekuatan. Tak Tahu Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh PDM Purwokerto Dr H Muhammad Dailamy SP mengaku tak tahu kalau dirinya juga diunggulkan. Yang dia dengar, sebagian malah menjagokan dari luar daerah. "Selama ini saya hanya adem ayem. Muhammadiyah itu orgainsasi dewasa sehingga yang terpilih dengan suara terbanyak belum tentu langsung jadi pimpinan. Sebab, kepemimpinan bisa bersifat kolegial,'' tuturnya. Sedangkan Drs H Marpuji Ali dari Surakarta yang juga disebut-sebut sebagai calon kuat, menepis istilah tim sukses atau upaya lobi-lobi. ''Kalau ada tim sukses, pasti di sekitar arena Muswil bermunculan spanduk nama-nama kandidat. Buktinya tidak. Ini berbeda dari partai,'' ujarnya singkat. Nama lain yang menguat, dosen STAIN Salatiga Prof Dr Ahmadi, senior Muhammadiyah Jateng Drs H Nusman Tolib, dan salah satu pengurus PAN Drs H Rosihan SH. (G22-23m) |