| Minggu, 20 Nopember 2005 | NASIONAL |
Muhammadiyah Diminta Luruskan JihadPURWOKERTO-Wakil Gubernur Jateng Ali Mufiz meminta kepada organisasi Muhammadiyah untuk lebih berperan lagi dalam memberikan pemahaman tentang Islam yang benar bagi umatnya. Selama ini masih banyak pemahaman yang keliru terhadap Islam. Di antaranya mengenai pemahaman tentang jihad yang ditafsirkan dengan aksi-aksi kekerasan dan bom bunuh diri. ''Salah satu tugas berat ormas Islam seperti Muhammadiyah, saat ini bagaimana memberikan pemahaman yang sebenarnya tentang Islam. Jangan sampai ada penafsiran seolah Islam mensahkan kekerasan, misal dengan aksi bom bunuh diri yang membunuh banyak orang,'' kata Ali Mufiz saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Muhammadiyah Jateng, di GOR Satria Purwokerto, kemarin. Muswil berlangsung di kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Menyimpang Aksi-aksi terorisme yang belakangan terus terjadi di Indonesia, kata Wagub, menunjukkan sebagian umat masih menafsirkan Islam secara menyimpang. Pemahaman yang keliru itu justru sangat bertentangan dengan Islam. ''Tidak ada satu pun ajaran dalam Islam yang mengajarkan kekerasan,'' tegasnya sambil menambahkan, ''Para pelaku bom bunuh diri sebenarnya melakukan deviasi atau penyimpangan terhadap ajaran Islam." Karena itu upaya untuk menyadarkan, menurut orang nomor dua di Jateng ini tidak hanya terletak pada pemerintah. Namun yang lebih efektif lewat ormas seperti Muhammadiyah. ''Ini bagian dari upaya preventif,''ungkapnya. Dikatakan, pemahaman yang menyimpang dari para pelaku jaringan terorisme yang kebanyakan orang luar Jateng dan luar Indonesia harus dilawan bersama-sama. Caranya semua komponen yang terkait harus saling bahu-membahu memberikan pemahaman yang benar kepada umat. ''Ajarannya dari para terorisme itu harus dilawan, diluruskan dan dijauhkan. Muhammadiyah Jateng juga kita minta melakukan,'' ajaknya. Menurutnya, aksi kekerasan dan ajaran antiperbedaan yang disebarkan para pelaku terorisme merupakan kesalahan fundamental, saat pelaku menyebut diri sebagai Islam. Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Drs Haedar Nasir Phd, yang hadir dalam acara pembukaan, menyatakan fenomena munculnya bom bunuh diri adalah soal serius karena menyangkut aspek keagamaan. Islam jangan sampai tertuduh karena yang melakukan adalah orang per orang. ''Mereka yang melakukan itu menafsirkan dengan salah ajaran Islam,''ujarnya. Konsep Sempit Dalam pandangan dia, terorisme itu dilakukan serta diakui sebagai jalan kebenaran karena mereka memahami konsep jihad secara sempit. Bom bunuh diri itu juga tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. ''Jihad tidak bisa ditegakkan dengan membunuh banyak nyawa, apalagi membunuh dirinya sendiri dengan jaminan masuk surga,'' tandas Haedar. Menurutnya, merupakan kesalahan yang mendasar kalau mereka memahami jihad diletakkan dalam konteks bunuh diri. Saat pembukaaan juga dilakukan sejumlah atraksi seperti peragaan bela diri tapak suci, drumband, pertunjukan grup ketongan secara kolosal. Sebelum acara pembukaan dimulai sekitar pukul 09.00, dilakukan pawai ta'aruf dan karnaval keliling kota. Agenda sidang untuk pemilihan 13 tim formatur dari 39 calon yang ditetapkan dilakukan semalam mulai pukul 20.00. Hasilnya akan diumumkan hari ini sebelum sidang pleno. (G22,in-11) |