logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 20 Nopember 2005 NASIONAL
Line

Arema Rebut Piala Indonesia


SINGO EDAN: Pendukung kesebelasan Arema Malang berpakaian ala singa, maskot dari kesebelasan yang berjuluk "Singo Edan" itu pada pertandingan final Copa Dji Sam Soe 2005 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (19/11). Arema menang 4-3 atas Persija Jakarta.(57m)

JAKARTA- Tim ''Singo Edan'' Arema Malang tampil luar biasa. Mereka sukses membawa pulang Piala Indonesia 2005 setelah di final mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 4-3, Minggu (19/11) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta. Arema memenangi pertandingan sepanjang 120 menit dengan skor 4-3, setelah pada waktu normal kedudukan imbang 3-3.

Bagi Persija, ini merupakan kegagalan kedua berturut-turut di dua pentas sepak bola yang digelar oleh PSSI. Pada 25 September lalu di tempat sama, anak-anak Jakarta itu dipermalukan Persipura Jayapura 2-3 di partai pamungkas kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2005.

"Para pemain sudah berusaha maksimal, tetapi ternyata Arema bermain lebih baik," ujar asisten pelatih Persija, Isman Jasulmei seusai pertandingan. Walau demikian, Isman Jasulmei mengakui sebagian besar pemainnya kurang dalam penguasaan bola dan bahkan sering kehilangan bola.

Sementara itu, pelatih Arema Benny Dolo menyatakan bahwa kunci keberhasilan timnya merebut gelar di Piala Indonesia adalah konsistensi penampilan para pemainnya. Namun Bendol -panggilan akrabnya- sempat mengeluhkan kepemimpinan wasit Jajat Sudrajat dari Cianjur saat memutuskan memberi hadiah penalti untuk Persija, padahal wasit tak mengetahui persis apa kesalahan pemainnya itu.

Dia mengakui karena kekecewaannya itu, sempat menarik keluar seluruh pemainnya dan berniat menghentikan pertandingan. Namun setelah dibujuk oleh Pejabat Ketua Umum PSSI Agusman Effendi, Sekjen PSSI Nugraha Besoes, dan Ketua Departemen Wasit Dodik Wijanarko, sikap Bendol kemudian melunak.

Sukses Arema ditentukan dari gol Firman Utina, salah satu pemain yang pernah menjadi kesayangan mantan pelatih timnas senior Ivan Venkov Kolev. Dia menjadi bintang lapangan bagi timnya dengan mencetak hatrik.

Hadiah Mobil

Sebelum memastikan kemenangan timnya lewat gol pada menit ke-96, Firman Utina mencetak dua gol terdahulu masing-masing menit ke-55 melalui sebuah solo-run yang menawan, dan menit ke-85 setelah luput dari jebakan off-side Charis Yulianto dkk.

Sangat pantas kalau Firman Utina akhirnya dianugerahi penghargaan Most Valuable Player (MVP) final dan berhak atas hadiah Bola Emas serta sebuah mobil Suzuki APV.

Hadiah mobil yang sama, serta sebuah sepatu emas, diserahkan kepada pencetak gol terbanyak, yakni Javier Rocha dari Persegi Gianyar yang berhasil mengoleksi 11 gol sepanjang turnamen Piala Indonesia yang baru kali pertama digelar sepanjang riwayat PSSI ini.

Pada pertandingan dalam tempo cepat dan diwarnai hujan kartu kuning, yang membuat kedua tim harus tampil dengan 10 pemain sejak menit ke-67, Persija lebih dulu memimpin lewat gol Adolfo Fatecha menit ke-13. Fatecha berhasil merebut bola tendangan bebas Persija yang dilepaskan Ismed Sofyan dan terlepas dari tangkapan kiper Silas Ohee.

Arema membalas menit ke-26 melalui Franco Hita, yang mengantisipasi umpan setengah voli dari Errol FX Iba. Setelah Arema ganti memimpin 2-1 lewat gol Firman Utina menit ke-28, Persija menyamakan kedudukan 2-2 menyusul eksekusi penalti dari Roger Bhatoum Urbain menit ke-57.

Hadiah penalti untuk Persija ini sempat diprotes oleh kubu Arema yang menilai wasit Jajat Sudrajat tidak cermat. Atmosfir pertarungan yang semakin panas seperti mencapai puncaknya ketika wasit memberikan kartu merah kedua untuk Alexander Pulalo, yang menaikkan kaki kirinya tinggi-tinggi, setelah mengganjal Ortizan Solossa menit ke-65.

Pertandingan terhenti selama sekitar 12 menit, di mana pelatih Arema Benny Dolo menginstruksikan para pemainnya untuk keluar dari lapangan. Benny Dolo menuntut agar Jajat Sudrajat menganulir kartu kuning kedua untuk Alexander Pulalo itu.

Wasit kemudian sempat ''dibawa'' ke ruang ganti oleh Ketua Departemen Perwasitan PSSI, Dodik Wijanarko, yang menimbulkan spekulasi akan adanya pergantian. Namun spekulasi itu ternyata tak terbukti, sebab Jajat beberapa saat kemudian terlihat kembali memasuki lapangan pertandingan.

Setelah sekitar dua menit pertandingan lanjutan itu berlangsung, wasit Jajat Sudrajat memberi kartu kuning kedua untuk kapten tim Persija, Aris Indarto, pada menit ke-67, yang menyebabkan kedua tim bermain dengan masing-masing sepuluh pemain. Sukses Arema langsung disambut gembira oleh suporternya, baik yang menyaksikan langsung di Senayan maupun yang ada di Malang. (wgm,jo-40)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA