logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 20 Nopember 2005 SEMARANG
Line

Balai POM Akan Meneliti Permen Rokok

SEMARANG- Sehubungan dengan ditemukannya permen rokok yang diduga mengandung zat berbahaya, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kota Semarang akan meneliti serbuk yang terdapat pada permen tersebut. Balai POM dalam waktu dekat akan mengambil contoh makanan untuk anak kecil itu.

Selanjutnya, dari contoh makanan akan terdeteksi secara terperinci kandungan zat yang ada di dalam permen berbentuk rokok itu. Kasi Penyelidikan Balai Besar POM Kota Semarang, dokter Winarni mengatakan, menanggapi keluhan masyarakat pihaknya akan menerjunkan tim lewat program pengambilan sampling makanan di lingkungan sekolah.

''Jika diketahui mengandung zat yang bisa membahayakan, permen rokok itu akan segera kita tarik dari peredaran,'' kata dia.

Seperti diberitakan kemarin, sejumlah orang tua siswa meresahkan permen rokok yang dijajakan pedagang di sekolah-sekolah. Permen tersebut wujudnya menyerupai rokok, baik dari bentuk maupun ukuran. Selain itu, permen rokok bermerk 909 ini dilengkapi gabus yang beraroma rokok sungguhan.

Jika dibuka, di dalam kemasannya berisi bubuk warna putih atau coklat yang berasa manis. Diduga rasa manis itu berasal dari zat pemanis yang tak layak dikonsumsi manusia. Permen tersebut belakangan ini banyak dijajakan di sejumlah SD maupun TK di Kota Semarang dengan harga cukup murah.

Ditambahkan Winarni, program pengambilan sampling sebenarnya secara berkala meneliti sejumlah makanan untuk anak-anak yang diperjualbelikan di beberapa sekolah.

Berbahaya

Pengambilan sampling makanan tersebut jumlahnya mencapai ratusan. Dari penelitian yang dilakukan selama ini, hampir 80% di antaranya ditemukan zat pemanis buatan dan bahan pengawet yang bisa membahayakan tubuh manusia.

''Kebanyakan makanan yang mengandung zat berbahaya diproduksi oleh rumah tangga tanpa mempertimbangkan kesehatan,'' ungkapnya.

Dia menjelaskan, dari data yang diperoleh, produksi rumah tangga tersebut kebanyakan ditemukan di daerah Pleret, perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Dalam mengantisipasi kasus-kasus yang bisa membahayakan kesehatan siswa, Balai Besar POM bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang setiap tahun memberikan penyuluhan ke beberapa sekolah.

Kerja sama tersebut dimaksudkan untuk memberikan sosialisasi tentang bahaya makanan, obat, dan narkotika di kalangan siswa.

''Kami bersama guru pembimbing sekolah tak segan-segan memberikan sosialisasi tersebut,'' ujar Winarni.

Dari program penyuluhan tersebut diharapkan para guru bisa memberikan pengertian kepada para siswa betapa pentingnya menghindari makanan tak layak konsumsi, obat, dan narkotika yang bisa membahayakan jiwa mereka. (fzm,H6-37)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA