logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 20 Nopember 2005 SEMARANG
Line

Singapore School Semarang Gelar Open House

SEMARANG - Singapore School Semarang yang berafiliasi dengan Singapore International School mengadakan open house pada Sabtu (19/11) dan Minggu (20/11).

Kegiatan untuk masyarakat umum tersebut digelar dalam rangka menginformasikan berbagai hal kepada orang tua yang hendak menyekolahkan anaknya di sekolah, Jl Diponegoro 38-B (Siranda) Semarang.

Pada acara bertajuk "Welcome to Our Open House" Sabtu (19/11) pagi, para siswa dari kelas Toddlers, Nursery, Kindergarten, dan Primary unjuk kebolehan.

Mereka menampilkan berbagai hiburan dan kegiatan ekstrakurikuler di hadapan orang tua, guru, dan puluhan tamu.

Di atas panggung yang terletak di belakang sekolah itu, siswa-siswi Kindergarten 2 (K2) yang berusia 4-5 tahun menampilkan sebuah tembang mandarin Liang Zhi Lau Hu. Dengan penuh percaya diri, mereka menyanyikan lagu tersebut dengan fasih sambil menari.

Tamu yang berniat menyekolahkan anaknya di sekolah berstandar internasional itu pun dibuat kagum dengan keberanian dan rasa percaya diri para siswa. Tak terlihat sedikit pun rasa canggung maupun sungkan saat tampil di depan hadirin.

Selain menyanyi, siswa lainnya menampilkan seni bela diri taekwondo dan balet. Dengan pakaian putih-putih khas taekwondo, siswa putra maupun putri -kebanyakan anak-anak orang asing itu- mempertontonkan tendangan dan pukulan yang mereka pelajari dan kuasai selama ini.

Sebelumnya, para tamu mendengarkan presentasi tentang sistem pendidikan di Singapore School Semarang yang dibawakan Dr Anula, Executive Principal Semarang dan Kelapa Gading. Tamu yang berniat menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut mendapat informasi jelas dan lengkap tentang sistem pembelajaran, kurikulum, fasilitas sekolah maupun biaya pendidikan.

Kembangkan Kreativitas

Peter JM Konings, Marketing And Parent Relations Director SIS menyatakan tujuan kegiatan itu adalah memberi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas.

"Mereka tidak hanya pandai di bidang pengetahuan saja, tetapi juga tidak malu tampil di muka umum. Ini penting untuk melatih rasa percaya diri mereka," ungkap Peter.

Selain itu, perhelatan digelar untuk mengisi jeda waktu menjelang pertengahan semester. Meski belum genap setahun, Singapore School Semarang berhasil mendapatkan 90 siswa yang belajar di berbagai kelas yang disediakan. Kurikulum yang dipakai pun berbasis internasional dengan bahasa pengantar Inggris.

Para pengajarnya juga berstandar internasional dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Singapura, China, dan Filipina. Fasilitas yang tersedia sangat lengkap, di antaranya ruang kelas nyaman, laboratorium komputer, dan ruangan musik. (sjs-37m)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA