logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 20 Nopember 2005 SEMARANG
Line

Anggota Kelompok Mranggen Didor

SEMARANG SELATAN - Satu lagi tersangka pencuri motor anggota Kelompok Mranggen tertangkap. Fasihul Adzani alias Ompong (24) yang sudah berbulan-bulan dicari polisi, kepergok massa saat beraksi di Dukuh Banaran, Sekaran, Gunungpati.

Lelaki asal RT 4 RW 6 Desa Kebonbatur, Mranggen, Demak itu dihajar hingga babak belur. Sementara rekannya Nurkolis, kabur. Fasihul kini ditahan di Polres Semarang Selatan setelah dirawat di rumah sakit.

Setelah membaik, ia dikeler dan diminta menunjukkan tempat persembunyian Nurkolis. Sampai di Kedungmundu, tersangka berusaha meloloskan diri. Polisi melumpuhkannya dengan sebuah tembakan di kaki kiri.

Fasihul dan Nurkolis adalah bagian dari kelompok yang diotaki Muhammad Saiful alias Kancil (sudah ditembak mati anggota Polres Semarang Timur pertengahan Agustus lalu). Anggota lain kelompok itu Muslih (30) dan M Dul Gofur (22), keduanya warga Dusun Tlogo Desa Batursari, Mranggen, juga telah diringkus anggota Polsek Pedurungan, Oktober lalu.

Komplotan yang sangat meresahkan ini sudah puluhan kali mencuri motor di berbagai wilayah di Semarang dan Demak. Sasaran utama mereka adalah daerah pinggiran yang relatif sepi, seperti Tembalang dan Gunungpati. Mereka sering mengincar kendaraan milik para mahasiswa yang ada di sekitar kampus.

Seperti halnya Kancil, Muslih, dan Gofur, Fasihul juga residivis. Ia sudah dua kali masuk penjara karena kasus serupa. Tahun 2001, bapak satu anak itu mendekam di LP Kedungpane selama setahun. Pada 2003, ia kembali masuk bui 10 bulan setelah ditangkap anggota Polsek Semarang Tengah.

Selain dengan Kancil dan Nurkolis, Fasihul pernah beraksi bersama Wh, tersangka lain yang hingga kini masih buron. ''Kami memang sering ganti-ganti pasangan,'' ujarnya saat diperiksa di Polres Semarang Selatan.

Penadah Mati

Fasihul dan Nurkolis kepergok saat beraksi di sebuah rumah kos mahasiswa di Sekaran

Sabtu (12/11) pukul 18.00. Korban Afrizal Nurkrisna (19), mahasiswa Unnes, saat itu baru saja memarkir motor Honda Supra G-3484-NC di halaman depan kos.

Ketika ia masuk, kedua pelaku yang sudah membuntuti sedari tadi mulai beraksi. Fasihul turun dan membongkar setang motor dengan kunci T sedangkan Nurkolis berjaga di atas motor sambil mengawasi situasi sekitar. Aksi mereka berlangsung mulus. Setelah Fasihul membongkar kunci setang, kemudian menuntun kendaraan tersebut menuju jalan.

Ia menghidupkan motor lalu menaikinya. Saat itulah ada warga yang memergoki dan meneriaki tersangka. Meski sudah ''profesional'', gugup tetap saja menghinggapi Fasihul. Dia pun terjatuh. Nurkolis yang mengetahui kedatangan warga, buru-buru tancap gas meninggalkan temannya.

Fasihul berusaha lari tetapi belasan warga mengepung dan meringkusnya. Tanpa ampun, massa menghujani sekujur tubuh lelaki itu dengan pukulan dan tendangan.

Kapolres Semarang Selatan AKBP Harry Nartanto didampingi Kasat Reskrim Iptu Garjita mengungkapkan, Fasihul sudah lama masuk daftar target operasi kepolisian. Namun, selama ini penjahat yang licin bagai belut itu selalu bisa menghindari kejaran aparat. ''Diduga dia dan komplotannya yang selama ini mencuri motor warga dan mahasiswa di sekitar Unnes,'' kata Garjita.

Polisi telah mencari penadah motor Sunar, warga Dukuh Seti, Pati. Namun ketika rumahnya didatangi, tersangka sudah meninggal dunia karena stroke. (G3-37m)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA