logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 19 Nopember 2005 KEDU & DIY
Line

Sang Pacar Setia Menunggu di Dekat Peti

RUMAH Duka Anugerah yang lebih dikenal dengan sebutan Rumah Duka ANG, Jalan Mangga 6 Kelurahan Wonokriyo, Gombong, mulai didatangi beberapa warga. Pada umumnya, warga keturunan Tionghoa sanak famili Ateng M Mulyono yang tewas ditusuk Sugeng alias Miming (32).

Di teras rumah duka itu, masih terlihat bekas bercak darah korban. Ya, di tempat itu pula korban yang tengah duduk menonton tenis meja, dadanya ditusuk dengan pisau oleh Sugeng alias Miming hingga akhirnya tewas.

Jenazah Ateng (38) warga Jalan Brigjen Katamso RT 6 RW VII Wonokriyo Gombong pun telah dimasukkan peti yang membujur ke barat. Beberapa famili, termasuk ibu kandung korban Nyonya Nyo King Nyo (75), dengan tabah duduk bersama para tamu.

Di antara mereka yang setia menunggui peti mayat korban adalah Sukarni (31) asal Desa Pesantren Kecamatan Tambak, Banyumas. Wanita berambut ikal itu mengaku pacar Ateng. ''Saya teman dekatnya. Wajar kalau menunggu di sini Mas,'' ucapnya lirih.

Dia juga tetap akan menunggu sampai jenazah Ateng dimakamkan, Minggu besok. Dia duduk memisah di selatan peti mayat sedangkan kerabat Ateng banyak yang duduk di utara.

Kakak korban Ny Mo Tjoen Siang (41) mengaku tak tahu penyebab pembunuhan itu. Namun sebagai saudara, dia tetap menuntut keadilan. Sebab, adik kandungnya meninggal karena dianiaya.

Dia pun berharap, polisi bertindak adil dan jangan melepas pelaku. Dia juga memohon tersangka diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

''Atas nama keluarga, kami meminta polisi menangani masalah ini secara adil dan tuntas menurut hukum yang berlaku,'' ujarnya.

Rumah Duka Anugerah itu memang siang malam selalu ramai. Lokasinya persis di belakang kediaman Bupati Kebumen Rustriningsih, Jalan Yos Sudarso dan diimpit perkampungan padat. Bersebelahan dengan rumah duka, Kelenteng Ho Tek Bio.

Pada saat kejadian, menurut seorang saksi mata, masih ada beberapa orang yang bermain pingpong dan duduk-duduk, termasuk Ateng. Malam itu, dia duduk di teras rumah duka menghadap barat. Tak tahunya, itu malam terakhir bagi Ateng.

Memang tidak banyak yang tahu permasalah antara korban dan tersangka. Malah ada yang sempat melihat, siang harinya tersangka memboncengkan korban. Namun dari pengakuan tersangka, dia kesal karena motor yang dipinjamkan kepada korban rusak karena tabrakan dan belum diperbaiki.

Abraham Simson, pemuda yang saat kejadian persis duduk di samping Ateng menuturkan, malam itu pelaku, warga Jalan Yos Sudarso Gombong, datang mengendarai sepeda motor. Setelah menaruh motor di halaman rumah duka, dia mendatangi korban.

Dia tidak berbicara sepatah kata pun dan langsung menusukkan pisau ke dada Ateng. Korban masih bisa berlari ke utara dan meminta tolong warga. Sedangkan tersangka, setelah menusuk diam saja.

Beberapa saat kemudian atau setelah warga mengejar, dia tersadar dan ketakutan, lalu berlari. Malam itu tersangka menyerahkan diri ke Polsek Gombong. Kepolisian pun tak mau ambil risiko. Mereka mengirim tersangka ke Polres Kebumen untuk diproses. (Komper Wardopo-39m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA