| Sabtu, 19 Nopember 2005 | INTERNASIONAL |
Dilaporkan Kena Parkinson, Fidel Castro TertawaHAVANA - Presiden Kuba Fidel Castro, Kamis waktu setempat, tertawa dan membantah laporan CIA (Badan Intelijen Pusat AS) bahwa dia menderita penyakit Parkinson. Menurutnya, laporan itu dikarang oleh musuh-musuhnya di AS yang ingin melihat dia meninggal. ''Mereka mengatakan Castro menderita penyakit ini atau itu. Hal terbaru yang mereka ungkapkan adalah saya terkena Parkinson,'' katanya dalam pidato di depan mahasiswa Universitas Havana. Pemimpin Kuba berusia 79 tahun itu berbicara selama lebih dari lima jam dengan berdiri di mimbar. Analisis terbaru oleh CIA menyebutkan Castro menderita penyakit Parkinson dan akan kesulitan menangani tugas-tugas kantornya karena kondisinya makin memburuk, kata seorang pejabat di Washington, Rabu lalu. Penyakit yang tidak mematikan namun melemahkan itu berkembang sangat jauh untuk membenarkan keraguan para pembuat kebijakan AS tentang masa depan negara komunis itu dalam beberapa tahun mendatang, jelas pejabat tadi. Castro mengatakan musuh-musuh lama ideologinya di Washington kini sedang menunggunya meninggal karena sebab alami. Dia menjadi sasaran upaya pembunuhan CIA setelah merebut kekuasaan dalam revolusi sayap kiri pada 1959. ''Mereka telah membunuh saya berkali-kali,'' katanya, mengacu pada rumor-rumor tentang kesehatannya yang berasal dari AS, terutama di komunitas pengasingan Kuba antikomunis di Miami. ''Mereka membunuh saya setiap hari. Pada saat saya benar-benar mati, tak seorang pun akan mempercayai saya,'' katanya bergurau. Dia menyampaikan pidato untuk memperingati 60 tahun dia kali pertama menjadi mahasiswa. (rtr-niek-26) |