| Sabtu, 19 Nopember 2005 | EKONOMI |
Produktivitas Kerja Tak Diimbangi KetrampilanSEMARANG- Pengembangan sumber daya manusia bukan hal baru bagi lingkungan dunia usaha. Namun kenyataan di lapangan banyak dijumpai penekanan peningkatan produktivitas kerja tetapi belum diimbangi dengan keterampilan dan pengetahuan serta penghargaan yang sesuai. ''Ke depan sebaiknya kebijakan perusahaan perlu memprioritaskan sistem prestasi dan produktivitas sebagai ukuran tinggi dan rendahnya penghasilan seorang karyawan selain UMR ataupun UMK,'' kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jateng Srimoyo Tamtomo ketika membuka kegiatan bulan mutu produktivitas yang ditandai dengan konvensi GKM, seminar mutu dan produktifitas serta pemberian penghargaan produktivitas bagi UKM, kemarin. Ia mengatakan, dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia, ada sejumlah konsep manajemen yang sekarang sedang populer. Diantaranya Good Corporate Governance, Corporate Social Responsibility dan Balance Scorecard Governance. Ketua penyelenggara kegiatan Suwandi menjelaskan, setelah diadakan seleksi melalui proses penilaian terhadap 20 usaha kecil menengah (UKM), diperoleh enam UKM mendapatkan penghargaan produktivitas. Penghargaan Enam perusahaan tersebut terdiri atas tiga perusahaan skala kecil masing-masing Lestari Indah Troso, Pecangaan Jepara (jenis usaha tenun ikat), UD Cresya Aditama Wonosobo (jenis usaha careca), ZA Furniture (jenis usaha mebel dan handicraft). Untuk perusahaan skala menengah masing-masing CV Jati Indah di Purworejo (jenis usaha mebel), Krisna, Juwana di Pati (kerajinan kuningan) dan Padma Boyolali (jenis usaha membuat abon).(E1-59 ) |