logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 19 Nopember 2005 BUDAYA
Line

Pameran Retrospektif Huang Fong

JAKARTA-Mulai hari ini (19/11), lebih dari 100 karya Huang Fong dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia Jl Medan Merdeka Timur 14 Jakarta. Pameran bertajuk ''45 Tahun Seni Lukis Huang Fong'' itu direncanakan berlangsung hingga 5 Desember mendatang. Pameran dengan kurator Agus Dermawan T itu diselenggarakan oleh Semar Art Gallery Malang bekerja sama dengan Matramedia Art Event Organizer.

Pameran tunggal bersifat retrospektif tersebut akan menampilkan karya-karya Huang Fong yang diambil dari 45 tahun masa berkaryanya, mulai dari dekade 1960-an hingga 2000-an. Agus Dermawan T memilih karya-karya Huang Fong dalam berbagai media, baik cat air di atas kanvas yang menjadi ciri khasnya, cat minyak di atas kanvas, maupun cat air, pastel, atau konte di atas kertas.

Bersamaan dengan pembukaan pameran, akan diluncurkan sebuah buku tentang Huang Fong yang ditulis pengamat seni rupa asal Bandung Mamannoor.

Buku itu mendedah perjalanan kekaryaan Huang Fong selama 45 tahun, latar belakang dan identitasnya, proses berpikir dan berkaryanya, serta simakan-simakan kritis terhadap karyanya.

Buku berjudul 45 Tahun Seni Lukis Huang Fong itu merupakan buku monografi ketiga bagi Huang Fong, setelah sebelumnya terbit dua buku pada 1993 dan 1999.

Bali

Mamannoor mengatakan, lukisan-lukisan karya Huang Fong sendiri mudah dikenali melalui karakter bahasa rupanya yang khas, menggambarkan semesta dan kehidupan keseharian di Bali.

Sejak hijrah ke Bali di penghujung tahun 60-an, Huang Fong memang seperti hendak memotret dan mengabadikan seluruh objek yang menarik di Bali ke dalam bingkai pengucapannya, baik di atas kertas maupun kanvas.

''Warna Bali yang kental dalam karya-karya Huang Fong saya kira itu cukup beralasan. Sebab, selama kurang-lebih 45 tahun dia bermukim dan berada di tengah kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi Bali,'' kata dia.

Pernyataan senada disampaikan Agus Dermawan T. Pada pengantar kurasinya, Agus mengatakan, "Bagi Huang Fong, dan bagi jagad penciptaan lukisan-lukisan Huang Fong, Bali adalah sejarah yang mengikat. Anggapan itu muncul oleh karena diri dan seni lukis Huang Fong sama sekali tak bisa dipisahkan dari sejarah pertumbuhan seni lukis Bali."

Mamannoor menambahkan, tahun 2005 merupakan masa genap 45 tahun bagi Huang Fong dalam menjalani kariernya sebagai seorang pelukis. Serentang panjang masa itu, tentunya telah dihasilkan ratusan karya .

''Seiring dengan itu, telah banyak pula tulisan-tulisan berita dan ulasan di media lokal, nasional, dan internasional tentang Huang Fong dan karya-karyanya,'' kata dia.

Dengan kondisi semacam itu, tak bisa dimungkiri apabila nama dan karya Huang Fong sudah dikenali oleh kalangan pecinta seni lukis, baik di dalam negeri maupun mancanegara. (H9-45)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA