| Sabtu, 19 Nopember 2005 | BUDAYA |
Film Alexandria Dompleng Popularitas PeterpanJAKARTA - Tidak banyak orang yang mau mengakui bahwa dirinya mendompleng popularitas orang lain. Tidak begitu halnya dengan Erwin Arnada, produser eksekutif film Alexandria. Ia mengaku bahwa film terbarunya yang akan dirilis pada 24 November mendatang memang mendompleng popularitas Peterpan yang mengisi lagu tema film tersebut. "Memang kami mendompleng ketenaran Peterpan. Ini strategi promosi kami, tapi kami juga tetap menjaga agar kualitas film ini tidak kalah dari lagunya," kata Erwin Arnada dari Rexinama kepada wartawan di Jakarta, kemarin. Album Alexandria Peterpan diluncurkan di Dago Plaza, Bandung, 18 September lalu. Mereka menggelar konser yang ditayangkan secara langsung di enam stasiun televisi pukul 23.00 - 23.30. Hingga kini album tersebut sudah terjual 800 ribu keping. Film tersebut menampilkan wajah-wajah segar Marcel Chandrawinata (pemeran Alde dalam Catatan Akhir Sekolah), Fachri Albar (sinetron Malin Kundang), dan Julie Estelle (bintang iklan sabun). Cinta Segitiga Film ini bercerita tentang kisah cinta segitiga, antara obsesi dan cinta, tiga orang sahabat yakni Bagas, Rafi dan Alexandria/Alex. Selain itu juga tentang mimpi dan harapan mahasiswa yang menikmati kehidupan di masa muda. "Memang ceritanya sederhana, hanya tentang kisah cinta anak muda. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kami mengemas cerita yang sederhana itu, bagaimana cara penceritaannya," kata penulis skenario dan pemilik ide cerita Salman Aristo. Ide cerita film yang berdurasi 110 menit dalam format 16 mm itu berawal dari keinginannya membuat film untuk penonton usia 20-an. Sebelumnya Rexinema membuat Cinta Silver (Juli 2005) yang lebih dewasa dan Catatan Akhir Sekolah (April 2005). Salah satu adegan film tersebut diambil di Mesir, tepatnya di Kota Alexandria, kota impian Alex yang diperankan oleh Julie. "Kami syuting di Mesir bukan untuk gengsi-gengsian, yang ke sana hanya berlima selama lima hari dan kami pakai kamera DV. Itu hanya untuk kepentingan ending cerita. Sisanya kami ambil gambar di Jakarta dan Parung, Bogor, selama 30 hari," kata Erwin. Katika ditanya mengenai biaya produksi, ia mengaku tidak sebesar film-film lain yang juga syuting di luar. "Sebenarnya saya malu ngomongnya, dibandingkan film lain biaya film kami kecil. Film-film Rexinema tidak ada yang biaya produksinya lebih dari Rp 3 miliar." Film garapan sutradara Ody C Harahap ini akan beredar di bioskop mulai 24 November 2005. (ant-43) |