logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 19 Nopember 2005 BANYUMAS
Line

Saluran Air Rusak saat Dibangun

AJIBARANG - Akibat tanah labil, talud dan saluran air sekitar 10 m rusak sebelum selesai dikerjakan CV Cipta Bangun Perkasa. Badan jalan di tempat itu ambles hampir 1 m. Agar kendaraan bisa lewat, bagian yang ambles diuruk pasir dan batu.

Kerusakan itu terjadi di jalan antara pusat Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, dan Grumbul Sawangan dan Peguyangan. Jarak antara pusat desa dan grumbul itu sekitar 2,5 km.

Pemimpin CV Cipta Bangun Perkasa, Suswanto, menuturkan bangunan itu rusak sebelum Lebaran, ketika hujan turun berhari-hari. Dia sudah melaporkan hal itu ke Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

DPU meminta dia memprioritaskan penanganan jalan yang putus itu agar bisa dilalui kendaraan. Talud dan saluran air dibiarkan dulu karena rusak akibat bencana alam.

Proyek yang menangani bagian jalan yang longsor itu dibiayai APBD 2005 Rp 221,241 juta. Waktu pengerjaan 100 hari kalender. Panjang jalan yang dikerjakan 72,5 m dan lebar 3,5 m.

Tokoh masyarakat Sawangan, Siswojo, menuturkan jalan itu sangat penting bagi masyarakat. Bila terputus, pengangkutan hasil pertanian dari wilayah itu pun terhambat.

''Di sini hampir semua petani. Pegawai negeri sipil cuma saya. Namun saya pun sudah pensiun,'' tutur anggota DPRD Banyumas 1999-2004 itu.

Penghijauan

Kepala DPU Harjanto Budiman menyatakan kerusakan akibat bencana alam bukan tanggung jawab kontraktor, tetapi pemerintah. Kepala Bidang Jalan DPU Mayangkoro mengemukakan tanah di lokasi proyek itu memang labil. Karena sering longsor, ditangani dengan proyek.

Tanah di Banyumas, terutama di pegunungan, memang labil sehingga banyak ruas jalan rawan longsor. Tingkat kelabilan tanah dikurangi melalui penghijauan.

"Bila banyak tanaman, tanah tentu tak mudah longsor.'' (bd-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA