| Jumat, 18 Nopember 2005 | SALA |
Ojo LaliSuyoto Ditemukan Tewas di HutanBOYOLALI - Suyoto (60), warga Dukuh Ledok, Desa Pilangrejo, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, belum lama ini ditemukan tewas di kawasan hutan Perhutani, Telawa, Juwangi. Korban diketahui meninggal oleh istri dan salah seorang anaknya ketika mengirimkan makanan serta minuman. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tertelungkup. Pada kulit punggung terkelupas dan diperkirakan terkena panas matahari. Namun tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Kasus tersebut dalam penanganan polisi. (shj-42v) Kagama Gelar Bakti Sosial BOYOLALI - Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) di Kabupaten Boyolali, akan melakukan bakti sosial kepada masyarakat. Namun belum ditentukan jenis kegiatan bakti sosial. Menurut anggota Kagama, Isyatto, kegiatan sosial orientasinya kepada warga miskin. Karena itu, bakti sosial kemungkinan akan memberikan bantuan kepada keluarga miskin. (shj-42v) Pengunjung Dapat Kulkas WONOGIRI- Wiwik Kurniawati, pelancong Lebaran Waduk Gajahmungkur, Kabupaten Wonogiri, beruntung karena dari sobekan bonggol karcis tanda masuknya, dia mendapatkan hadiah sebuah kulkas. Hadiah yang diambil Rabu (16/11), menurut Wiwik, sangat bermanfaat, karena warga dari Kampung Kajen, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota, Kabupaten Wonogiri itu belum memiliki kulkas. Menurut rencana, Kamis (17/11) bersamaan upacara penutupan pelaksanaan paket Gebyar Lebaran Gajahmungkur 2005, pengelola akan mengundi hadiah televisi dan membagi-bagikan 107 door prize kepada pengunjung.(P27-42s) Apresiasi Kethek Ogleng WONOGIRI - Kethek ogleng, sebagai kesenian tradisional khas Wonogiri, Jumat siang ini (18/11), main di acara gelar apresiasi seni magis di gedung Balai Kajian Sejarah Yogyakarta. ''Ini atas undangan Direktorat Kepercayaan Dinas Pendidikan Pusat, sekaligus akan dijadikan bahan kajian untuk pembuatan buku tentang sejarah dan keberadaan kethek ogleng, termasuk kajian dari segi magisnya,'' kata Ka Sub Dinas Pariwisata Seni Budaya Kabupaten Wonogiri, Sentot Sujarwoko SH. (P27-42h) Bukan dari Aneka Ilmu SEMARANG - Edison Tanjung, wakil penerbit yang memberikan tanggapan berkaitan dengan pelelangan pengadaan buku senilai Rp 6,37 miliar di Kabupaten Karanganyar sebagaimana termuat dalam Suara Merdeka terbitan Rabu, 16 November 205, bukan dari CV Aneka Ilmu Semarang, melainkan dari CV Angkasa Bandung. ''Pak Edison Tanjung bukan wakil dari Aneka Ilmu,'' jelas penerbit CV Aneka Ilmu meluruskan pemberitaan tersebut. Seperti diberitakan, sejumlah penerbit menilai mekanisme proses lelang tidak transparan, sehingga akibatnya penawaran harga terlalu tinggi. Di antara wakil penerbit yang memberikan tanggapan atas hal itu adalah Edison Tanjung.(C2) |