| Jumat, 18 Nopember 2005 | SALA |
Panitia Anggaran Mengakui Mencoret Mobil Dinas AvanzaBOYOLALI - Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kabupaten Boyolali, Handono PN Putro, mengakui, panitia anggaran mencoret pengadaan mobil dinas mobil Avanza. Pertimbangannya, tidak lama lagi akan dilakukan pembahasan susunan organisasi tata kerja (SOTK). Juga tidak menutup kemungkinan jumlah kantor, badan, atau dinas, berkurang. Dengan berkurangnya satuan kerja itu merupakan pemborosan bila mengganggarkan mobil dinas lagi. ''Jadi, lebih baik dicoret dan dibatalkan dahulu sambil menunggu selesainya pembahasan SOTK,'' kata Handono, yang juga anggota panitia anggaran DPRD, Kamis kemarin. Namun, kata Handono, pengadaan mobil dinas berupa Toyota Altis untuk Ketua DPRD Saptoto dan Wakil Bupati Seno Samudro yang mencoret atau membatalkan bukan panitia anggaran DPRD, tetapi pihak eksekutif. Selaku anggota panitia anggaran, dia tidak menghalangi, justru memberi dukungan pengadaan mobil dinas Toyota Altis. Apalagi, mobil dinas Ketua DPRD, Corrola All New tahun 1996, sudah tidak layak dan perlu diganti. ''Kalau akhirnya semua dibatalkan, saya tidak tahu dan jangan menyalahkan panitia anggaran,'' ungkapnya. Sebagaimana diberitakan, pengadaan mobil dinas untuk ketua DPRD dan wakil bupati serta tiga unit kantor terpaksa dibatalkan. Mobil dinas itu berupa dua buah Toyota Altis dan tiga buah Avanza senilai Rp 880 juta yang semula akan dianggarkan perubahan APBD 2005. Pertimbangannya adalah penghematan. Dianggarkan Handono mengatakan, karena tahun anggaran ini dicoret, maka untuk anggaran APBD 2006, pihaknya akan mengusulkan pengadaan mobil dinas. Hal itu perlu dan harus dianggarkan, karena mobil dinas ketua DPRD yang digunakan sekarang ini sudah tidak layak. Apalagi pernah digunakan oleh dua ketua DPRD sebelumnya, sehingga merupakan mobil bekas. Dia yakin semua anggota panitia anggaran akan mendukung dan setuju. Dia minta kepada ketua DPRD untuk sementara menggunakan mobil dinas yang sekarang ini dipakai. Ketua DPRD harus sabar dan menerima apa adanya. Gagalnya mobil dinas untuk ketua DPRD dan wakil bupati bukan atas kemauan panitia anggaran DPRD. Pihak eksekutif yang sengaja mencoret. Dia membantah pencoretan mobil dinas Avanza menyebabkan mobil dinas untuk ketua DPRD dibatalkan. ''Itu pemikiran yang keliru dan kurang bisa dipertanggungjawabkan,''katanya. Ketua DPRD, Saptoto, saat dimintai konfirmasi mengaku tidak memikirkan mobil dinas lagi. Masih banyak pekerjaan lain yang harus diselesaikan. ''Mau dianggarkan lagi atau tidak saya tidak peduli,'' tandasnya. (shj-42h) |