| Jumat, 18 Nopember 2005 | SALA |
Ruang Gerak Teroris Buron DipersempitSOLO-Polisi terus memburu serta melacak keberadaan para tersangka teroris yang masih bebas berkeliaran. Meski gembong teroris Dr Azahari sudah tewas dalam penggerebekan di sebuah vila Jalan Flamboyan, Batu, Jatim, beberapa waktu lalu, rekannya Noordin Moh Top lolos dan tetap menebarkan ancaman. Terakhir dilaporkan Noordin Moh Top terlihat di Semarang, sehingga polisi Solo yang secara geografis dekat dengan kota itu melakukan langkah-langkah antisipasi. Salah satunya dengan cara menyebarkan foto buron kelas wahid itu. Ruang gerak buron teroris berserta anak buahnya dipersempit. "Sosialisasi tetap perlu untuk mempersempit gerak pelaku teror," kata AKP Mardjanto, Kabag Bina Mitra Polresta Surakarta AKP Mardjanto seusai menyebarkan poster berisi foto Noordin Moh Top di Terminal Bus Tirtonadi, Gilingan, kemarin. Poster yang dipasang dan disebarkan kemarin masih yang lama, yakni memuat foto Dr Azahari di sebelah kiri dan Noordin Moh Top di kanan. Namun petugas tak kurang akal. Wajah Dr Azahari yang jenazahnya kemarin telah dibawa keluarganya ke Malaysia dicoret. Ancaman Sebelum memasang dan menyebarkan poster AKP Mardjanto didampingi Ipda Nanik DM Kanit Bina Mitra Polresta dikerubuti para awak bus dan calon penumpang di terminal. "Kita tahu Noordin Moh Top masih menjadi ancaman bagi kita. Jika di antara Anda mengetahui keberadaan buron itu maka segera informasikan kepada polisi terdekat," tutur AKP Marjanto. Ketika ditanya salah seorang awak bus apakah pemberi informasi keberadaan Noordin Moh Top akan diberi hadiah, AKP Mardjanto mengatakan kalau informasinya berharga sehingga tertangkap maka akan mendapatkan hadiah uang Rp 1 miliar. "Hadiahnya berupa kontan," tegasnya. Saat menempelkan poster di sudut kios terminal beberapa orang mengamati dari dekat. (san,nin-27) |