| Jumat, 18 Nopember 2005 | EKONOMI |
Sri Mulyani: Berat, Pertumbuhan Ekonomi 5,7 PersenJAKARTA- Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Sri Mulyani Indrawati, pesimistis pertumbuhan ekonomi 2005 bisa mencapai angka 5,7 persen. ''Untuk 5,7 persen kita harus banyak berzikir. Inflasi yang cukup tinggi pada Oktober merupakan salah satu faktor yang membuat lambatnya pertumbuhan ekonomi. Sebab hal itu menyebabkan penurunan daya beli masyarakat,'' ungkap Sri Mulyani di Gedung Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kamis (17/11). Namun demikian, Ani sapaan Sri Mulyani, optimistis pemerintah bisa mencapai terget pertumbuhan ekonomi 2005 yang ada pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah yakni sebesar 5,5 persen. ''Meski ada risiko pelemahan daya beli masyarakat, mudah-mudahan pertumbuhan ekonomi tidak rendah dari 5,5 persen,'' tuturnya. Keputusan Sulit Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Tahap Kedua, pertumbuhan ekonomi 2005 ditargetkan sebesar enam persen. Namun, tampaknya target itu tidak akan tercapai mengingat adanya lonjakan inflasi akibat kenaikan harga BBM pada Oktober. Namun begitu Sri Mulyani mengungkapkan keyakinannya bahwa tantangan perekonomian Indonesia tahun depan tidak akan seberat tahun ini. Sebab, pemerintah sudah mengambil beberapa keputusan sulit yang mampu meringankan faktor eksternal, yakni menaikkan harga bahan bakar minyak. Karenanya di tahun 2006 mendatang, lanjut dia, pemerintah tetap akan menjaga stabilitas perekonomian. Pemerintah memiliki cukup ruang lantaran telah mengurangi subsidi BBM dan beban-beban lain. ''Dengan stabilitas ekonomi yang lebih baik, kesempatan APBN sebagai salah satu motor pembangunan bisa lebih besar dibanding 2005,'' tuturnya. Sementara itu, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie sebelumnya justru menyatakan kondisi perekonomian 2006 masih tertekan kendati kondisi makro mulai membaik. Dia menilai, inflasi dan anjloknya nilai tukar rupiah akibat membumbungnya harga minyak dan suku bunga masih akan menghantui. Sedangkan Menteri Keuangan Jusuf Anwar mengatakan, tingkat inflasi pada November dan Desember 2005 akan di bawah 1 persen. Namun secara tahunan hingga akhir 2005, tingkat inflasi dipastikan tetap dua digit. ''Inflasi pada November dan Desember 2005 nanti, akan di bawah 1 persen. Kalau deflasi tidak mungkin,'' katanya.(bn-59) |