logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Nopember 2005 PANTURA
Line

Waktu Kunjung Siswa ke Perpustakaan Terbatas

PERPUSTAKAAN selama ini masih identik dengan ruang penyimpanan buku. Padahal, kalau disadari benar keberadaannya, ia merupakan jendela informasi dunia.

Berbagai cara dilakukan oleh Kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Batang, dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat. Antara lain, mengadakan lomba perpustakaan tingkat SMP dan SMA.

"Kegiatan itu sejalan dengan visi dan misi perpustakaan umum, yakni mewujudkan masyarakat yang gemar membaca, demi peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi, iman, dan taqwa (imtak)," ujar Kepala Kantor Perpustakaan Kabupaten Batang Dra Nikeng Indriah.

Lomba tersebut bertujuan memberdayakan perpustakaan sekolah dan menumbuhkan sikap kompetisi untuk berprestasi di masing-masing lingkungan tempat kegiatan belajar mengajar.

"Juga, dalam rangka menjalin kerja sama antara Kantor Perpustakaan dan dinas, instansi terkait, serta pengelola perpustakaan sekolah," jelasnya. Lomba tersebut diikuti 26 perpustakaan setingkat SMP dan SMA di 12 kecamatan, belum lama ini.

Dan para kepala sekolah pun mengakui, kehadiran tim penilai lomba merupakan angin segar bagi upaya meningkatkan semangat pengelolaan perpustakaan di sekolah-sekolah.

"Yang tidak kalah penting adalah komitmen kepala sekolah untuk menjadikan perpustakaan sebagai jantung sekolah. Sebab, dari kebiasaan gemar membaca inilah urat nadi transformasi iptek dan imtak bisa berjalan," tambah alumni FISIP Undip itu.

Pelayanan Tidak Maksimal

Menurut Nikeng, dari lomba tersebut ketahuan bahwa tenaga pengelola perpustakaan sekolah masih banyak yang merangkap pekerjaan lain, sehingga pelayanan mereka tidak maksimal.

Selain itu, terungkap pula bahwa ketersediaan waktu kunjung bagi para siswa terbatas dan koleksi buku perpustakaan masih sedikit.

Untuk mencari solusinya, dia menganggap perlu dikeluarkan instruksi kepada para kepala sekolah untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan sekolah, berkaitan dengan program kurikulum berbasis kompetensi (KBK) tahun 2004. Apalagi, sekarang ada dana baru berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Berdasarkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis penggunaan BOS, para kepala sekolah dapat mengangkat tenaga pengelola perpustakaan dan menambah koleksi buku.

"Guna mewujudkan perpustakaan sekolah agar berdaya guna, dalam rangka mendukung proses kegiatan belajar mengajar, lomba perpustakaan seyogianya diselenggarakan tiap tahun, mulai dari tingkat SD sampai SLTA," tambahnya. Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, Perpustakaan Umum kini telah dilengkapi fasilitas kantor, berupa gedung dua lantai berisi ruang koleksi bahan pustaka, ruang baca, dan ruang referensi.

Selain itu, juga ada surau, ruang pengolahan, an unit perawatan bahan pustaka, ruang serbaguna, dan audio visual. Bahkan suah ada mobil perpustakaan keliling.

Bahan pustaka yang tersedia terdiri atas ribuan buku umum, referensi, cerita, dan fiksi. Ada pula koleksi kaset, CD, disket, terbitan berkala, dan surat kabar Suara Merdeka.

Semua kelengkapan itu diharapkan mampu membantu menyukseskan misi perpustakaan sebagai institusi yang berupaya "mewujudkan masyarakat gemar membaca yang mampu berkomunikasi dengan dunia informasi".(Arif Suryoto-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA