| Selasa, 15 Nopember 2005 | NASIONAL |
39 Negara Sepakat Bendung TerorismeSEMARANG- Belum sepekan Dr Azahari tewas meledakkan diri, puluhan negara di Asia-Eropa mulai mengetatkan pengamanan. Jejaring kepolisian dan departemen luar negeri dari 39 negara sepakat mengadakan konferensi untuk membendung aksi terorisme. Sumber Suara Merdeka menyebutkan, Pertemuan Negara-negara Asia dan Eropa (Asia-Europe Meeting atau ASEM) di Hotel Grand Candi Semarang, 14-15 November, itu membahas upaya mengungkap jaringan teroris. Namun belum diketahui, pertemuan tersebut akan dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama atau tidak. Penjagaan petugas kepolisian di luar dan dalam hotel sangat ketat dan berlapis-lapis. Sebuah truk Dalmas penuh polisi berjaga-jaga di depan hotel di Jl Sisingamangaraja Semarang tersebut. Hal serupa tampak di pintu masuk dan keluar hotel yang dijaga polisi dan petugas keamanan hotel. Di dalam hotel, puluhan polisi berpakaian preman, provos, dan juga polisi pariwisata tampak siaga. Setiap tamu digeledah ketat dan wartawan dilarang masuk. Selama acara, pihak kepolisian, departemen luar negeri, dan peserta yang hadir enggan memberikan komentar. Pejabat Departemen Luar Negeri (Deplu) Lutfi Rauf membantah bahwa acara tersebut sengaja diagendakan untuk penandatanganan kesepakatan. Dia hanya mengatakan, ASEM hanyalah agenda biasa untuk bertukar pikiran dengan negara lain. Dia tidak mau menjelaskannya secara detail. Seorang pejabat Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) hanya menyebutkan, mereka akan memublikasikan hasil pertemuan tersebut hari ini. Namun dia belum bisa memastikannya, karena bergantung pada keputusan Deplu. Kepada Suara Merdeka, peserta konferensi dari Polandia yang diwawancarai mengatakan, konferensi dua hari itu merupakan ajang tukar-menukar informasi tentang teroris. Pejabat bernama Jaroskaw Skowronski tersebut adalah diplomat Polandia untuk Indonesia. Menurut dia, saat ditanya mengenai penangkapan Dr Azahari di Kota Batu, Jatim, pria berkacamata itu mengaku salut terhadap kinerja Kepolisian Indonesia yang berhasil menangkap gembong teroris Asia itu. "Polisi di Indonesia hebat bisa menangkap Dr Azahari. Saya berharap anak buah yang lain bisa segera tertangkap, agar situasi keamanan bisa kembali normal," ungkapnya, sambil mengacungkan ibu jari kanannya. Konferensi itu, lanjutnya, diikuti hampir seluruh negara di Benua Asia dan Eropa, di antaranya Malaysia, Singapura, India, China, Polandia, Jerman, Republik Ceko, serta tuan rumah Indonesia. Menurut Jaroskaw, perwakilan dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) turut hadir dalam konferensi tersebut.(H12, sjs-41t) |