| Selasa, 15 Nopember 2005 | KEDU & DIY |
Sarjana Jangan Berorientasi Jadi PNSIRAMA padang pasir grup ''Bintang Sembilan'' segera menyambut saat ratusan sarjana baru tamatan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (Stainu) Kebumen, Senin kemarin, keluar dari Aula Pemkab Jalan Mayjen Sutoyo. Sebanyak 449 lulusan diwisuda dalam acara yang dihadiri Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah X Prof Dr H Ahmadi, Ketua PCNU Kebumen KH Drs Masykur Rozaq, Ketua DPRD Kebumen H Probo Indartono, dan Asisten II Sekwilda Drs M Dulcholik. Mereka yang diwisuda terdiri atas 99 sarjana S1 jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), kemudian 350 D2 propram studi PAI, Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak Islam (PGTKI), serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar Islam (PGSDI). Berbeda dari wisuda sebelumnya, tahun ini wisudawan dilepas dalam suasana ketika bangsa dan negara sedang prihatin. Tak heran, Ketua Stainu Drs KH Bambang Sucipto MPdI, saat melepas wisudawan mewanti-wanti para sarjana S1 ataupun D2 siap mental untuk mandiri. ''Sarjana sering hanya berpijak pada ijazah. Lulusan Stainu yang dibekali ilmu agama dan akhlak, harus siap mental bahwa ilmu Saudara bermanfaat dan memiliki nilai barokah,'' tandas Bambang, yang juga Kepala Kantor Departemen Agama (Kakandepag) Kebumen. Dia pun menekankan seseorang menyandang sarjana harus mampu memanfaatkan ilmunya di masyarakat. Para sarjana jangan hanya berorientasi menjadi pegawai negeri, tetapi memiliki keyakinan bahwa ilmunya bermanfaat bagi umat. Menurut dia, tamatan Stainu hendaknya mempunyai nilai lebih. Apalagi, Stainu dirintis para ulama NU bersama cendekiawan lokal dengan mengaplikasikan ilmu umum dan ilmu agama, yang seharusnya nilai-nilai Nahdlatul Ulama sebagai roh pendidikan seperti inklusif, toleransi, kemajemukan, menjadi nilai lebih para sarjana. Menurut Pembantu Ketua III Stainu Imam Satibi SAg MPdI, selaku ketua panitia wisuda, peringkat pertama wisudawan diraih Tri Murni dari MAN 2 Kebumen dengan IPK 3,59, peringkat kedua Indriastuti AMa dari SMKK Negeri Purworejo IPK 3,52, peringkat ketiga Sayekti AMa dari SMA 2 Klaten IPK 3,49. Pembantu Ketua I Stainu Drs Khomsin MPdI menuturkan, sejak 1974 hingga saat ini perguruan telah meluluskan sekitar 12.000 sarjana. Terdiri atas 5.000 sarjana S1 dan sisanya D2 berbagai program. Embrio Stainu adalah tahun 1973, yakni sebagai cabang (kelas jauh) Fakultas Ushuludin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sejak 1974 memisahkan diri lalu bergabung dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta. Tahun 1978 resmi berdiri Universitas Nadhlatul Ulama (UNU) Kebumen dan sejak 1985 membuka Fakultas Tarbiyah dengan jurusan PAI. Sejak 1997, Stainu Kebumen hanya berorientasi pada satu program, yaitu tarbiyah. Bahkan, sejak 2000 memperoleh pengakuan dari Pemerintah, yakni terbit Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional (BAN) Dikti No 008/BAN-PT/AK-4-6-2000 dengan status Terakreditasi B. Setelah sempat bertahun-tahun kampusnya di Jalan Kusuma, kini Stainu Kebumen menempati kampus megah di Jalan Tentara Pelajar, Kompleks Islamic Center. Stainu juga membuka program Akta IV Umum bagi sarjana umum yang ingin mengabdi menjadi guru. Malah kini tengah merintis menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kebumen. (Komper Wardopo-55s) |