logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Nopember 2005 INTERNASIONAL
Line

Lintas Jagat

Korut Takkan Tes Nuklir Lagi

SEOUL - Selama perundingan pekan lalu, Korea Utara menawarkan diri untuk menghentikan uji coba senjata nuklir, sebagai tahap pertama pembongkaran program nuklirnya, kata Menteri Unifikasi Korea Selatan, Senin kemarin.

Enam negara yang terlibat dalam negosiasi itu - dua Korea, AS, Jepang, Rusia, dan China - mengadakan reses Jumat lalu setelah tiga hari perundingan di Beijing. Negosiasi itu dimaksudkan untuk membongkar program senjata nuklir Pyongyang sebagai imbalan bagi bantuan dan hubungan yang lebih baik.

AS menentang segala jenis tawaran kecuali pembongkaran segera dan permanen atas program nuklir Korut sebelum memberikan kompensasi kepada negara komunis itu.

Menteri Unifikasi Korsel Chung Dong-young mengatakan kepada diskusi panel televisi bahwa Korut mengusulkan peta jalan lima tahap sebelum membongkar program nuklirnya.

''Sangat berarti bahwa Korut mengusulkan satu peta jalan, yang disebut meja aksi, lima tahap untuk membongkar nuklir,'' kata Chung selama diskusi panel.

Korut juga menawarkan diri untuk menghentikan produksi dan transfer material nuklir, membekukan fasilitas nuklirnya, dan akhirnya membongkar program nuklir negara itu, serta kembali ke perjanjian non-proliferasi internasional, jelas Chung.

Pyongyang untuk kali pertama menyatakan punya senjata nuklir pada Februari lalu. Belum ada bukti jelas bahwa Korut telah melakukan uji coba senjata itu dan para pakar Barat mempertanyakan apakah persenjataan itu benar-benar dikerahkan.

Perundingan enam negara sering macet akibat perbedaan dan friksi antara Washington dan Pyongyang.(rtr-niek-26)

Dua WNI Terdampar di Australia

SYDNEY - Dua orang pelaut warga Indonesia ditemukan di sebuah desa Aborigin yang terpencil di Australia setelah hanyut di laut selama lima hari akibat mesin kapal mereka rusak.

Polisi mengatakan, kedua pelaut itu ditemukan setelah kapal mereka terdampar di sebuah pantai di Wadeye, sekitar 250 km baratdaya Darwin di wilayah utara, Minggu lalu.

Seorang juru bicara polisi mengatakan, kedua warga Indonesia itu meninggalkan Kupang, NTT pada 6 November. Dua hari setelah di laut, mesin kapal motor mereka rusak. Kedua orang itu kehabisan pangan dan air minum. Namun, dikabarkan mereka dalam keadaan sehat saat ditemukan.

Kedua orang itu hanya bisa sedikit berbahasa Inggris. Aparat setempat langsung membawa mereka ke Darwin untuk dimintai keterangan melalui bantuan penerjemah.

Kantor berita Australian Associated Press memberitakan, belum diketahui pasti apakah mereka pencari suaka atau nelayan. ''Tidak ada tanda-tanda di kapal itu yang menunjukkan mereka adalah nelayan, dan tidak ada hal yang menunjukkan mereka benar-benar menangkap ikan,'' demikian laporan kantor berita AAP.(ant-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA