logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Nopember 2005 EKONOMI
Line

sekilas ekonomi

Telkom Percepat Pembayaran Utang

JAKARTA-Manajemen PT Telkom Indonesia Tbk mengatakan, perusahaan akan mempercepat pembayaran utang valas sekitar 150 juta dolar AS untuk menghindari adanya selisih rugi kurs. Sedangkan total utang konsolidasi sekitar Rp 14 triliun. Direktur Keuangan PT Telkom Rinaldy Firmansyah mengatakan hal itu seusai pemaparan Laporan Keuangan Triwulan III 2005 di Jakarta baru-baru ini. ''Dengan percepatan pembayaran utang itu, maka sisa utang perseroan khususnya dalam dolar menjadi sekitar 700 juta dolar AS atau komposisinya 51% terhadap total utang. Dengan langkah ini, rasio utang dalam dolar akan turun signifikan sekitar 15%, dan ratio utang valas secara keseluruhan dalam bentuk mata uang Yen, Dolar dan Rupiah akan menurun sekitar 11%,'' paparnya.

Dijelaskan, sumber pendanaan percepatan pembayaran utang 150 juta dolar AS pada akhir tahun ini diupayakan dapat diperoleh dari kas internal perusahaan maupun pinjaman perbankan.

Periode triwulan III 2005, PT Telkom mencatat pendapatan usaha sebesar Rp30,15 triliun, atau naik 20,2 persen dari periode sama 2004 sebesar Rp25,1 triliun. Pada saat yang sama PT Telkom juga mampu meningkatkan laba bersih sebelum pajak, bunga, depresiasi dan amortiasi (EBITDA) menjadi Rp18,42 triliun dari sebelumnya Rp15,83 triliun. (bn-33)

Sritex Tertolong Ekspor Pakaian Militer

SOLO-Lesunya pasar tekstil akhir-akhir ini otomatis menurunkan produksi PT Sritex Sukoharjo. Perusahaan tekstil yang mempekerjakan ribuan buruh ini, selain memproduksi kain printing, juga pakaian seragam militer.

Direktur Utama PT Sritex Lukminto kemarin mengungkapkan, lesunya pasar tekstil menyebabkan volume produksi perusahaannya kini mengalami penurunan. Ia tak menyebut sampai berapa persen penurunan itu. ''Penurunannya memang tak sampai 50 persen. Apalagi sekarang harga BBM naik, sehingga biaya produksi menjadi tinggi,'' katanya.

Sehubungan lesunya permintaan dalam negeri, dia berencana akan mengembangkan pasar di luar negeri, terutama untuk pakaian militer. Ia mengaku merasa tertolong dengan pesanan pakaian militer dari sejumlah negara di Eropa dan Amerika.

Dikatakan, selama beberapa tahun terakhir pesanan pakaian militer dari sejumlah negara di Eropa dan Amerika tetap stabil. Sekali pesan, jumlahnya mencapai empat juta dolar AS. ''Pesanan itu tidak setiap bulan, tetapi sekali pesan mencapai antara 3 juta dolar AS - 4 juta dolar AS,'' katanya. Kepercayaan yang telah diberikan sejumlah negara di Eropa dan Amerika itu tidak disia-siakan. Sementara pasar di dalam negeri masih lesu, ekspor pakaian militer itu akan terus dikembangkan lebih luas lagi di luar negeri. ''Kami akan terus mengembangkan pasar pakaian tentara di luar negeri, terutama di negara-negara Eropa dan Amerika,'' katanya. (bt-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA