logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Nopember 2005 EKONOMI
Line

Bank Mulai Tawarkan KPR

SEMARANG-Kendati sektor properti sempat terpukul kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu, sejumlah bank mulai meminta pengembang untuk menawarkan kredit kepemilikan rumah (KPR). Meski demikian, jenis rumah sederhana sehat (RSS) masih dinilai berat untuk dikembangkan.

''Kami sudah mulai mendapatkan tawaran untuk terus memasarkan kredit rumah. Tapi mungkin masih agak berat. Apalagi, harga rumah terpaksa naik sekitar 10-20 persen akibat kenaikan bahan baku sebagai imbas naiknya harga BBM,'' ujar Djoko Slamet Utomo, Koordinator Real Estate Indonesia (REI) Jawa-Kalimantan, pekan lalu.

Di sisi lain, lanjut dia, permintaan rumah jenis RSS relatif tinggi. Itu sebabnya, amat disayangkan bila target RSS di Jawa Tengah dari 18.000 unit terpaksa hanya bisa direalisasi sekitar 8.000 unit. Keputusan tersebut terpaksa diambil oleh REI dan Perumnas karena biaya bahan baku akibat kenaikan harga BBM melonjak sekitar 20-30 persen.

Namun, langkah pemerintah provinsi (pemprov) untuk membebaskan bea izin mendirikan bangunan (IMB) dinilai tidak akan mengurangi beban operasional. Pasalnya, nilai IMB relatif kecil. Namun, pihaknya mendukung upaya pemprov yang berniat meminta pemkab/pemkot untuk memberikan lahan bagi RSS.

''Secara kuantitatif, nilai lahan cukup tinggi sehingga tentu saja dapat mengurangi pengeluaran biaya untuk membangun RSS. Sebenarnya, persoalan ini sudah pernah kami (pengembang-Red) sampaikan pada pemprov. Meski demikian, secara moral dukungan itu dapat menjadi angin segar,'' ujar dia. (H12- 59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA