| Senin, 14 Nopember 2005 | RAGAM |
Kuncinya Sabar dan ShalatSETIAP orang menginginkan tetap tegar dalam menjalani ketentuan Allah yang tidak sesuai dengan keinginannya, ataupun ketika menghadapi orang yang berlaku zalim kepadanya. Islam mengajarkan ketegaran ini hanya dapat diperoleh melalui sikap sabar disertai dengan permohonan khusuk kepada Allah melalui shalat. Tetapi sayangnya hanya sebagian kecil saja yang dapat melaksanakannya. Hal ini mungkin karena kurangnya pengertian mengenai bagaimana sebenarnya Allah tentang manusia. ''Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar''. (Al Baqarah:153). Bersabar hampir mustahil dapat dilakukan, bila kita tidak memiliki pengertian-pengertian. Diantaranya: 1. Mata dan telinga adalah sarana Allah untuk menguji manusia. Hidup di dunia adalah babak prakualifikasi untuk menentukan tempat kita kelak di akhirat. Manusia paling taat kepada-Nya, akan menempati tempat paling menyenangkan dan sebaliknya. Manusia yang selalu membangkang tidak mau menuruti kehendak-kehendak-Nya, akan menempati tempat yang jelek. Oleh karena itu, Allah tidak akan pernah berhenti menguji manusia, yaitu untuk megetahui siapakah paling layak untuk menempati tempat yang paling menyenangkan itu. ''Seseungguhnya Kami telah ciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. (Al-Insan:2,3). Menurut ayat tersebut bila ada orang yang berlaku zalim, maka hal ini sebenarnya merupakan perwujudan dari ujian Allah. Karena kita diberi mata dan telinga. Maka bangunkanlah kesadaran akan hal ini agar kita dapat bertindak sesuai dengan perintah-Nya, bukan menuruti emosi. Lawanlah nafsu amarah yang muncul dengan mengingat Allah bahwa orang yang dapat menahan keinginan hawa nafsunya surgalah tempat tinggalnya. 2. Sabar itu tidak ada batasnya. Yang dimaskud dengan sabar ialah menahan diri pada saat menerima musibah ataupun pada waktu mampu berbuat. Tidak bertindak mengikuti hawa nafsu yang bertentangan dengan peraturan Allah (Alquran) dan petunjuk Rasulullah SAW. Orang yang taat mengikuti petunjuk Allah dan Rasulullah SAW dijamin dunia dan akhirat. ''Barang siapa di antara kamu yang patuh kepada Allah dan Rasull-Nya, dan mengerjakan perbuatan baik, niscaya akan Kami berikan pahala dua kali lipat, dan untuk mereka Kami sediakan rezeki yang banyak''.(Al-Ahzab:31). ''Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya kedalam surga. Dan barang siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya, dan baginya siksa yang menghinakan''.(An-Nisaa':13-14). 3. Sabar adalah jalan pemecah yang terbaik. Sabar sebagai jalan keluar yang terbaik, telah diakui secara universal kebenarannya. Siapa pun yang mau berpikir dengan jernih, pasti akhirnya akan sampai pada kesimpulan ini. Allah berfiman dalam Alquran: ''Maka jika ada di antaramu 100 orang yang sabar niscaya mereka dapat mengalahkan 200 orang dan di antara kamu ada 1.000 orang yang sabar niscaya mereka dapat mengalahkan 2.000 orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar''.(Al-Anfaal:66). Ada pengalaman beberapa Nabi dalam bersabar. Nabi Ayub yang bertahun-tahun menderita penyakit kudis menjijikkan, serta disisihkan dari anak dan isterinya. Beliau tidak putus asa atau mencoba bunuh diri. Beliau tetap menjalani hidup di jalan Allah. Dan akhirnya Nabi Ayub disembuhkan penyakitnya oleh Allah. Begitu juga Nabi Yusuf yang dijebloskan ke dalam penjara selama tujuh tahun karena fitnah. Namun ia tidak berpaling dari Allah atau melakukan perbuatan yang tidak diridhoi-Nya. Akhirnya Nabi Yusuf dijadikan menteri besar. Lain halnya dengan Nabi Yunus, karena seruannya tidak dipedulikan maka ia terbawa emosi, lalu meninggalkan kaumnya yang menjadi tanggung jawabnya itu. Maka Allah menghukum Nabi Yunus dengan memasukkan ke dalam perut seekor ikan. Sabar adalah perintah Allah yang harus ditaati dan dilaksanakan. Azannya adalah musibah dan indikator keberhasilannya adalah ikhlas, dalam menghadapi manusia yang berlaku zalim. Lakukanlah sabar semata-mata karena menyadari itu adalah perintah Allah. Allah berfirman: ''... dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan Allah''.(Luqman:17). Menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong akan sulit dilakukan bila tidak memiliki keyakinan bahwa satu-satunya jalan untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat adalah melalui taat pada aturan main yang dibuat oleh Allah dan Rasulullah SAW. Bila dikaji lebih mendalam, pada hakikatnya Allah menurunkan manusia ke dunia hanyalah semata-mata untuk diuji. Oleh karena itu bila kita mendapat masalah janganlah panik, karena memang untuk itulah hakikatnya manusia diturunkan ke dunia. Bila kita mampu bersabar dengan niat semata-mata hanya karena taat menjalankan perintah Allah, kemudian berserah diri kepada-Nya (shalat), yakinlah bahwa kita telah berpegang pada pegangan yang kokoh. Sabar yang dilakukan dengan ikhlas, sebagaimana ikhlasnya waktu mengerjakan shalat, adalah merupakan perbuatan positif. Sedangkan kesal, jengkel adalah perbuatan negatif. Dari uraian tersebut jelaslah bahwa sabar itu mempunyai pasangan, yaitu shalat. Sabar dan shalat ibarat dua sisi keping mata uang yang harus selalu berjalan beriringan. Sabar tanpa shalat ibarat bangunan tanpa pondasi beton, mudah ambruk.(Tim Kajian Qolbun Salim-12) |