logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Nopember 2005 OLAHRAGA
Line

Lima Pelamar Dibawa ke Soreang

SEMARANG-Minggu pagi kemarin Indriyanto Nugroho cs meninggalkan Semarang, untuk bertanding melawan PSSI U-23. Partai persahabatan itu bakal berlangsung di Stadion Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, hari ini.

Mereka berangkat dengan menggunakan bus. Asisten pelatih Bonggo Pribadi yang dipercaya pelatih Sutan Harhara menangani tim di pertandingan uji coba ini, hanya membawa 17 pemain yang terdiri atas 12 pemain yang sudah dikontrak dan 5 pemain asing pelamar. Mereka adalah I Komang Putra, Agus Murod, Fofee Kamara, Idrus Gunawan, Dedean, Eko Prasetyo, Harri Salisburi, Denny Rumba, Yusuf Sutan Mudo, M Ridwan, Indriyanto Nugroho, Khusnul Yaqien, Felix Ndukwe, Wurgu, Chijouka, R Williams dan Roberto Kwateh. Sekitar pukul 17.00 WIB, mereka sampai di Bandung dan langsung istirahat. Pagi ini mereka hanya melakukan senam pemanasan untuk menjaga kondisi.

Menghadapi Timnas U-23 yang dipersiapkan ke SEA Games XXIII, bukan hal yang mudah bagi PSIS. Lawannya yang diasuh Peter Withe, sudah berlatih lebih kurang satu bulan di Australia. Sedangkan Indriyanto Nugroho cs baru dua hari berlatih. Itu pun dengan materi yang tidak lengkap.

Sekalipun perbedaan persiapannya mencolok, bukan berarti pasukan Mahesa Jenar akan mudah dikalahkan dalam pertandingan uji coba Senin ini (14/11) di Stadion Jalak Harupat Kabupaten Bandung. Apalagi, diluluhlantakkan seperti Persib Bandung U-21 dengan skor 0-6 (0-2) pada Sabtu (12/11) lalu. Kemenangan tetap diharapkan para pemain Mahesa Jenar dalam pertandingan tersebut. Minimal seri.

Mental Bertanding

''Berat juga melawan mereka yang sudah persiapan lama. Namun, kami tidak ingin dipermalukan. Bagaimana pun juga nama PSIS tetap harus dijaga,'' tegas striker Indriyanto Nugroho.

Maman Abdurahman dan kawan-kawan saat ini dinilainya berada dalam kondisi puncak. Kemenangan telak 6-0 atas Persib U-21 menciptakan kegairahan, motivasi dan mental bertanding yang tinggi. Enam gol tersebut dicetak oleh Mahyadi Panggabean, Johan Prasetyo, Saktiawan Sinaga, Maman Abdurahman, Siswanto dan Zaenal.

Bukan tidak mungkin saat melawan PSIS sore ini mereka akan tambah semangat, mengingat, pertandingan uji coba tersebut merupakan ajang seleksi terakhir bagi para pemain timnas U-23. Dari 25 pemain yang masuk dalam training center, 5 di antaranya akan dicoret. Hal itu untuk memenuhi kuota 20 pemain yang akan dibawa ke SEA Games XXIII.

''Jelas, mereka akan lebih ngotot dan main all out. Setiap pemain akan menunjukkan permainan terbaiknya agar tidak tercoret dari skuad. Itu merupakan tantangan tersendiri bagi kami,'' ungkap pemain sayap kiri yang juga spesialis eksekutor bola-bola mati, Harri Salisburi.

Meski nama baik Mahesa Jenar wajib dijaga, para pemain mengaku tidak terbebani dalam menjalani pertandingan tersebut. Justru, beban berat dipikul anak-anak asuhan Peter Withe.

Pasalnya, sebagai pemain-pemain pilihan, mereka dituntut menang dan tampil baik untuk memuaskan publik bola Indonesia. Beban itu dinilai akan menjadi keuntungan tersendiri bagi anak-anak Semarang. ''Kami akan bermain lepas dan cepat untuk mengimbangi permainan timnas. Tentu saja, juga harus diimbangi dengan kerja keras, disiplin dan ketenangan,'' tutur Indriyanto. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA