| Senin, 14 Nopember 2005 | OLAHRAGA |
Candra/Sigit Juara China TerbukaJAKARTA - Satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa pada turnamen grand prix bulutangkis berbintang enam China Terbuka, pasangan Candra Wijaya/Sigit Budiarto berhasil juara dengan mengalahkan pasangan Denmark Jens Eriksen/Martin Lundgaard Hansen. Pada pertandingan final, Minggu petang, Candra/Sigit berhasil menundukkan peringkat dua dunia itu dalam pertandingan tiga set 17-16, 11-15, 15-13. Pertemuan di Tianhe Gymnasium Guangzhou, China itu merupakan yang keempat tahun ini bagi kedua pasangan dengan dua pertandingan terakhir dimenangi Candra/Sigit. Setelah memenangi set pertama dengan skor ketat 17-16, finalis Kejuaraan Dunia, Candra/Sigit yang berhasil menyamakan kedudukan 8-8 pada set kedua akhirnya harus menyerah 11-15 pada pasangan yang mengalahkan mereka di final Korea Terbuka itu. Set penentuan berlangsung ketat dengan kedua pasangan beberapa kali imbang pada kedudukan 4-4, 6-6, 10-10, 11-11, 12-12, dan 13-13 untuk akhirnya Candra/Sigit menahan lawannya untuk memastikan kemenangan 15-13. Gelar juara China Terbuka merupakan gelar keempat yang diraih Candra/Sigit tahun ini setelah memenangi Swiss, Singapura dan Malaysia Terbuka. Selain itu mereka juga kalah di final pada empat kejuaraan yakni pada Korea, Jepang dan Indonesia Terbuka, serta Kejuaraan Dunia. Ganda peringkat satu dunia itu merupakan satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa setelah pemain lainnya telah gugur lebih dulu. Pasangan peringkat keempat dunia Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto tersingkir di semifinal, Sabtu (12/11) setelah dikalahkan pasangan Jens Eriksen/Martin Lundgaard Hansen sekaligus memastikan tempat di final bagi peringkat dua dunia asal Denmark itu. Sementara ganda putra lainnya, pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan sudah kalah di putaran pertama dan Flandy Limpele/Eng Hian tersingkir di 16 besar. Pemain tunggal putra Sony Dwi Kuncoro kalah dari pemain tuan rumah Bao Chunlai pada putaran ketiga sedang Simon Santoso ditumbangkan pemain yang sama pada putaran kedua. Dua ganda putri juga mengalami kegagalan setelah pasangan Jo Novita/Greysia Polii tumbang pada perempatfinal dan Lita Nurlita/Nathalia Poluakan di putaran pertama. Ganda campuran peringkat pertama dunia Nova Widianto/Lilyana Natsir hanya mampu bertahan hingga perempatfinal sedangkan pasangan lainnya Anggun Nugroho/Yunita Tetty gagal sejak langkah pertamanya di kejuaraan berhadiah 250.000 dolar itu. China Tiga Gelar Sementara itu China telah memastikan merebut tiga gelar sebelum bertanding dengan mencetak final antara pemain China pada tunggal putra, serta tunggal dan ganda putri. Gelar juara tunggal putra direbut peringkat enam dunia Chen Hong yang berhasil mengalahkan juniornya Bao Chunlai dalam pertandingan rubber-set 15-12, 8-15, 15-9. Juara Olimpiade Zhang Ning berhasil mempertahankan gelar yang diraihnya pada kejuaraan yang sama tahun lalu setelah mengalahkan finalis yang sama, Xie Xinfang 3-11 , 11-4, 11-8. Final ganda putri juga mempertarungkan dua pasangan peringkat teratas dunia dengan nomor satu dunia Yang Wei/Zhang Jiewen menang straight set atas peringkat kedua Gao Ling/Huang Sui 15-10, 15-4. Pertemuan dua ganda putri peringkat teratas asal China itu merupakan yang ketujuh tahun ini dengan skor kemenangan 5-2 untuk Yang Wei/Zhang Jiewen. (ant-28) |