| Senin, 14 Nopember 2005 | MURIA |
Situs Purba di Gunung Slumprit Terancam RusakKUDUS - Meski nilai historis situs fosil di Gunung Slumprit dan Gunung Nangka di Dukuh Kancilan Karangsuda, Desa Terban, Kabupaten Kudus terhitung cukup tinggi, selain belum mendapatkan pengelolaan optimal dari Pemkab juga terancam rusak. Kedatangan musim hujan yang mungkin terjadi pada beberapa minggu mendatang dikhawatirkan akan merusak tulang belulang yang sebagian masih ada di atas permukaan tanah. ''Jika tergerus air hujan, tulang belulang itu kemungkinan juga akan cepat rusak,'' ujar Ketua Forum Pelestari Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (FKPSDA LH) Hendy Hendro, kemarin. Satu hal lagi yang perlu dipikirkan terhadap kawasan seluas lima hektare tersebut, ujar dia, perlu segera ada reboisasi di tempat tersebut. Pasalnya, sampai sekarang tempat tersebut sangat miskin tanaman yang bisa mengikat tanah. Persoalannya jika tanpa vegetasi tersebut, kemungkinan terjadinya tanah longsor di tempat itu masih terbuka. Tanaman jarak, kata dia, merupakan salah satu alternatif yang mungkin dapat menjadi pilihan Pemkab untuk menghijaukan kembali wilayah itu. ''Bila longsor maka dikhawatirkan fosil yang ada di bawahnya akan rusak atau berpindah tempat,'' tuturnya. Satu hal yang menurut pandangan dia perlu dilakukan Pemkab untuk saat ini adalah segera menyosialisasikan kepada warga akan situs yang ada di wilayahnya itu. Warga, tandasnya, tak bisa dipersalahkan jika sampai membuang atau merusak tulang belulang -- yang diduga fosil purba tersebut-- karena sejauh ini masih belum mendapat informasi yang jelas dari pihak terkait. ''Paling tidak, papan pengumuman di tempat tersebut sebagai kawasan yang perlu dilindungi harus segera dipasang,'' katanya. Selain itu, pihaknya menyarankan perlunya dinas mempunyai ahli palaeontologi untuk mengetahui secara mendetail aspek sejarah setiap temuan fosil.(H8-17j) |