logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Nopember 2005 SEMARANG
Line

Berlibur di Kaki Lima Waroeng Semawis

PUSAT jajan khas Semarangan, Waroeng Semawis menjadi salah satu tempat tujuan wisata selama libur Lebaran kemarin. Pusat wisata kuliner yang buka tiap Jumat, Sabtu, dan Minggu malam itu biasanya hanya didatangi700-an pengunjung tiap hari. Namun setelah Lebaran, lebih dari 1.500 pengunjung tiap hari singgah untuk sekadar jalan-jalan atau bernostalgia sembari menikmati hidangan yang disajikan warung-warung kaki lima di sepanjang Gang Warung, kompleks Pecinan ini.

Untung Rahardjo Sutanto adalah salah satunya. Kolektor seri perangko kuno yang kini mukim di Jakarta ini menyempatkan singgah di Waroeng Semawis kala berlibur ke Semarang. Sembari menyeruput wedang ronde seharga Rp 3.500, lelaki ini menuturkan kenangan masa kecilnya.

Gang Warung, bagi filatelis yang membuka usaha di bawah bendera Libra Stamp ini, adalah tempat yang tak mungkin dilupakan. Menjelang petang, Untung kecil menghabiskan harinya dengan menonton wayang Po Tay Hie di Kelenteng Tay Kak Sie, tak jauh dari Gang Warung.

''Tiap hari banyak anak yang nonton pertunjukan di pelataran Tay Kak Sie. Saya dan teman-teman ramai-ramai jalan kaki dari Gendingan,'' kenangnya.

Sudah dua kali, arsitek yang kerap memburu perangko kuno ke pelbagai penjuru dunia ini, mengunjungi Waroeng Semawis. Ia acap berharap bisa bertemu teman-teman kecilnya dulu. Namun harapan itu hingga kini belum kesampaian.

Lain lagi dengan Tina, pebisnis asal Semarang yang tinggal di Surabaya. Begitu mendengar Semarang punya tempat makan serupa Kya-kya Kembang Jepun di Surabaya, Tina pun mengajak suami dan anak-anaknya untuk mendatangi Waroeng Semawis. Komentarnya, makanan Semarang jauh lebih murah dan tak kalah enak dengan jajanan di Pecinan Surabaya.

''Apalagi ada roti cepeti dan nasi pela ala Pakistan yang harganya cuma Rp 5.000-an. Di sana (Surabaya-Red) nggak ada,'' ujarnya sembari tersenyum.

Manajer Waroeng Semawis Andi Setiawan membenarkan, selama libur lebaran omset di tempat tersebut naik dua kali lipat. Beberapa menu baru ditawarkan seperti Hong Kong Food yang menyajikan aneka mi hot plate. (Ninik Damiyati-44)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA