| Senin, 14 Nopember 2005 | SEMARANG |
Polisi Lempar Gelas Karyawati DiskotekSEMARANG - Untuk kali ke sekian, aksi kekerasan dan penganiayaan oleh aparat keamanan terhadap warga kembali terulang. Kali ini seorang polisi mengamuk di Diskotek Starqueen hingga menyebabkan seorang karyawati terluka. Korban, Murti Wijayanti (29), warga Jl Tambra Dalam II, Semarang Utara sudah melaporkan kejadian itu ke Polwiltabes. Pelaku, Ir (27), anggota salah satu kesatuan kepolisian di Semarang telah dimintai keterangan. Ia terancam mendapat sanksi pidana di samping hukuman disiplin dari atasannya. Peristiwa itu terjadi Sabtu (12/9) pukul 02.30. Pelaku bersama dengan sejumlah temannya dalam keadaan mabuk setelah menenggak bergelas-gelas minuman beralkohol beberapa jam sebelumnya. Sesaat kemudian, Murti muncul sambil membawa baki berisi beberapa gelas minuman pesanan tamu. Ia lewat di dekat meja yang ditempati Ir dan teman-temannya. Tiba-tiba Ir menjulurkan tangannya dan menyambar salah satu gelas yang dibawa Murti. Korban mengingatkan Ir karena minuman itu bukan untuk dia. ''Lo kok diambil Mas, itu buat tamu lain,'' tegur Murti, seperti ia sampaikan saat melapor ke petugas Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polwiltabes, Sabtu siang. Diperingatkan demikian, Ir emosi. Ia mengata-ngatai Murti, lalu melemparkan gelas di tangannya ke arah muka korban. Akibatnya, kening Murti sobek. Beberapa temannya lalu membawa wanita itu ke ruang belakang untuk diobati. Keributan tersebut diredakan beberapa pegawai diskotek. Ir dan teman-temannya kemudian pergi. Kali Keempat Aksi kekerasan yang melibatkan aparat keamanan itu merupakan kali keempat dalam waktu dua pekan terakhir. Pada Minggu (30/10), seorang oknum anggota TNI marah-marah dan mengamuk di pos polisi Kalibanteng. Penyebabnya sepele, dia yang dalam keadaan mabuk, jengkel karena diingatkan polisi supaya mengenakan helm. Peristiwa itu nyaris memicu insiden lebih besar, namun dapat dicegah setelah oknum bersangkutan, Kopda Ms, diamankan anggota Pomdam IV Diponegoro yang bermarkas sekitar 100 meter dari pos polisi (utara bundaran Kalibanteng). Dalam keributan itu, tiga anggota Satlantas yang berjaga di pos dipukul Kopda Ms dan beberapa rekannya. Hari Rabu (9/11), seorang perwira TNI mengamuk dan memukuli seorang sopir bus DAMRI hingga luka-luka. Pelaku, Letnan Satu (Lettu) Her (28), anggota sebuah sebuah kesatuan militer di Semarang, kini ditahan aparat Denpom IV/5. Akibat penganiayaan itu, muka korban Didik (35) memar-memar. Peristiwa tersebut juga dipicu masalah sepele. Lettu Her yang sedang mengendarai mobil dinas Suzuki Carry di Jl Raya Randugarut dari arah barat ke timur terkejut karena ada sebuah bus DAMRI mendadak muncul dari pangkalan hendak masuk ke jalan raya. Mobil Carry hampir saja menyenggol bus. Her emosi karena menganggap sopir bus, Didik, mengemudi secara sembrono hingga nyaris mengakibatkan kecelakaan. Pelaku kemudian memukuli korban berkali-kali. Selang sekitar tiga jam kemudian pada hari yang sama, Mulyadi (35), seorang sopir bus Rata Kencana jurusan Terboyo-Penggaron juga dianiaya seorang lelaki yang diduga aparat keamanan di depan SPBU Jl Sriwijaya. Bibir warga Sambiroto RT 3 R 7 itu sobek akibat dipukul dan ditendang dua kali. Pelaku merampas KTP korban. Hingga kini tersangka belum tertangkap. Lelaki tak dikenal itu diduga emosi setelah melihat Mulyadi mengemudi secara ugal-ugalan. (G3-44d) |