logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Nopember 2005 SEMARANG
Line

Pecinan Tetap Normal

SEMARANG - Walaupun diteror short message service (SMS) yang mengabarkan isu kerusuhan rasial, warga Pecinan Semarang tetap tenang. Pemantauan Suara Merdeka, Sabtu (12/11) kemarin menunjukkan, aktivitas di kawasan itu berlangsung normal. Sejumlah toko yang berada di Jl Kranggan, Beteng, dan Gang Lombok, tetap buka seperti biasa.

Sejumlah pekerja di Jl Beteng yang merupakan sentra penjualan kertas, terlihat melakukan aktivitas bongkar muat. Mereka mengusung barang-barang dari dan ke truk itu, sebagai pertanda aktivitas bisnis di kawasan tersebut masih bergeliat. Para tukang becak juga masih hilir mudik, menarik penumpang yang datang ke kawasan itu.

Seakan tak terpengaruh oleh isu kerusuhan yang beredar, sejumlah warung makan di kawasan Pecinan juga tetap buka seperti biasa. Begitu juga dengan sejumlah warung tenda, yang berada di sisi kiri dan kanan jalan di kawasan Pecinan.

Situasi yang agak lengang, bisa disaksikan di kawasan Gang Warung, Gang Gambiran, Gang Besen, dan jalan-jalan kecil di Pecinan. Namun, kelengangan itu bukan merupakan akibat beredarnya SMS berisi ancaman bagi warga keturunan Tionghoa. Sehari-hari, daerah-daerah tersebut memang relatif sepi dari aktivitas. Gang Warung, misalnya, akan terlihat ramai pada waktu malam, dengan banyaknya warung di tempat tersebut.

Tokoh masyarakat Tionghoa, Liem Gak Tjay menyatakan, SMS isu kerusuhan itu tidak berpengaruh terhadap aktivitas warga keturunan Tionghoa.

"Kami tak perlu khawatir dengan pesan tersebut, karena orang Semarang sudah mengetahui bahwa semua isinya hanya isu yang berniat memecah belah persatuan," ungkapnya.

Menurut dia, hal itu bukanlah suatu hal yang harus dibesar-besarkan. Hingga saat ini, dia terus meyakinkan bahwa tak ada yang perlu ditakutkan.

"Kami sudah kenyang dengan isu-isu yang tak bertanggung jawab seperti itu," tandasnya.

Mengenai regulasi pendataan nomor handphone, Humas Kemasyarakatan Walubi Jateng tersebut menyambut baik dan berharap segera direalisasikan oleh pemerintah agar bisa meminimalkan teror-teror semacam itu. (H9,sjs-44a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA